Jakarta, TopBusiness – PT BPR Bank Klaten (Perseroda) memiliki sistem kesejahteraan para karyawan yang mampu memacu motivasi untuk berkinerja lebih baik. Hal tersebut akhirnya menjadi kebanggaan perusahaan sepanjang dua tahun terakhir, sebab memberikan dividen kepada pemegang saham.
Dirut BPR Bank Klaten, Tulus Yunianto, dalam sesi pendalaman dalam ajang penjurian TOP BUMD Awards 2020, yang diselenggarakan di Jakarta melalui aplikasi join zoom meeting, hari ini, mengatakan bahwa pihaknya sangat menekankan pentingnya sistem kesejahteraan para karyawan dalam rangka menciptakan prestasi di perusahaan.
“Kalau menurut saya pribadi, kepuasan pegawai adalah kepuasan stakeholders. Para pegawai mencapai kepuasan. Dia akan memberikan kinerja yang terbaik, akhirnya perusahaan itu akan mencapai target-target yang sesuai dengan visi dan misinya sehingga memuaskan nasabah dan stakeholders,” tegasnya dihadapan dewan juri.
Dalam pandangan dia, kualitas pelayanan terhadap nasabah sangat tergantung dengan kesejahteraan karyawan itu sendiri. “Itu keyakinan saya jadi memang nomor satu bagaimana karyawan yang berkerja di mesin penggerak bisa puas, bahagia, ikhlas. Itu yang menurut saya pribadi self assessment kami, itu yang paling menonjol,” ungkapnya.
Karenanya, perusahaan menciptakan keselarasan human capital management system dengan strategi bisnis. “Dalam rangka persaingan sekarang ini dibutuhkan SDM yang mensuport kegiatan – kegiatan bisnis, karena SDM merupakan aset penting bagi perusahaan dan diarahkan untuk menghadapi pasar dalam rangka mencapai strategi bisnis perusahaan,” paparnya.
Dalam pemberian bonus, BPR Bank Klaten mengacu pada kinerja yang diraih masing-masing karyawan yang ditopang oleh kondisi keuangan yang memadai. “Untuk biaya operate cost kami kebetulan sangat hati-hati dan teliti. Termasuk, untuk biaya tenaga kerja sesuai dengan kinerja dan beban kerja yang dia berikan terhadap perusahaan. Tadi saya sampaikan dia punya gaji tetap, THR, cuti. Tapi lebih dari itu, bagi teman-teman yang mempunyai kinerja lebih dan manfaat yang lebih bagi perusahaan, kami bisa mengeluarkan bonus dan penghargaan dan yang terpenting termotivasi untuk mencapai target perusahaan,” katanya.
Dia menambahkan, ada jenjang karir yang jelas dan pemberian insentif dalam pemberian penghargaan kinerja per triwulan untuk motivasi karyawan dan meningkatkan profesionalisme yang dinilai berdasar beban kerja, kinerja, target dan kedisiplinan.
Dengan penerapan sistem kesejahteraan bagi para karyawan akhirnya berujung pada peningkatan kinerja keuangan dan operasional sehingga memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
Sepanjang kurun waktu dua tahun terakhir, perusahaan telah menggelontorkan dana dividen bagi pemegang saham dari 2018 dan 2019 berturut-turut Rp 2,971 miliar dan Rp 3,586 miliar.
