TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Dipercaya Layani Kebutuhan Air Bandara YIA Jadi Kebanggan PDAM Tirta Binangun

Nurdian Akhmad
2 April 2020 | 20:13
rubrik: BUMD
Dipercaya Layani Kebutuhan Air Bandara YIA Jadi Kebanggan PDAM Tirta Binangun

Jakarta, TopBusiness –  Ada satu kebanggan yang dirasakan manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Binangun Kulonprogo dalam satu tahun terakhir, yakni dipercaya melayani kebutuhan air di Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA).

BUMD milik Pemerintah Kabupaten Kuloprogo ini sudah menandatangani MoU kerja sama pelayanan kebutuhan air dengan PT Angkasa Pura I selaku pengelola bandara tersebut.

Direktur Utama PDAM Tirta Binangun Kulonprogo Jumantoro mengungkapkan, pihaknya tahun 2020 ini bahkan siap membuat sumur penampungan air di kawasan bandara baru tersebut. Sumur tersebut untuk menjamin suplai kebutuhan air di bandara yang juga terletak di Kabupaten Kulonprogo itu.

“Investasi yang kami siapkan untuk pembuatan sumur ini  sekitar Rp 6-7 miliar. Kami sangat berharap sumur ini bisa segera direalisasikan karena layanan di bandara ini termasuk ‘ikan yang besar’ bagi kami dari sisi revenue,” ujar Jumantoro dalam sesi Presentasi dan Wawancara Penjurian TOP BUMD Awards 2020 yang dilakukan melalui teleconference, Kamis (2/4/2020).

Optimisme lainnya dengan kehadiran Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo adalah munculnya kawasan-kawasanan hunian baru di sekitar bandara. Imbasnya tentu akan menggenjot sambungan air baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun niaga. “Penambahan sambungan baru ini sudah mulai kami rasakan sejak bandara beroperasi,” ucap Jumantoro.

Sejumlah langkah terobosan atau inovasi juga dilakukan PDAM Tirta Binangun Kulonprogo, antara lain pembentukan unit usaha air minum dalam kemasan (AMDK) dengan merek ‘airKu’. Usaha ini sudah dirintis sejak tahun 2012 dengan modal awal Rp 128 juta. “Alhamdulillah pada 2019 keuntungan unit usaha AMDK ini sudah mencapai Rp 385 juta dengan total aset Rp 1,9 miliar,” tuturnya.

Menurut Jumantoro, keuntungan dari bisnis AMDK ini sebetulnya hanya sekitar 12-13% dari total keuntungan PDAM Tirta Binangun. Namun yang membanggakan adalah bisnis AMDK airKu ini menjadi role model bagi PDAM lain di Indonesia.

BACA JUGA:   Bank Riau Kepri Terus Persiapan ke Syariah

“Banyak PDAM lain yang datang belajar ke kami tetang bagaimana perizinannya, proses produknya, dan pemasarannya. Semua direplikasi oleh PDAM lain di Indonesia,” tuturnya.

Tahun 2020 ini, PDAM Tirta Binangun akan memperbesar bisnis AMDK ini dengan membangun satu gudang baru, untuk melengkapi satu gudang yang sudah dipakai sejak tahun lalu. Ke depan, Jumantoro berencana memperbanyak cakupan pelanggan AMDK airKu ini dengan memanfaatkan pelanggan air minum perpipaan. Jumlah pelanggan (SR) sampai akhir tahun 2019 mencapai  31.146 SR , mayoritas atau 92% merupakan pelanggan rumah tangga, dan 8% sisanya adalah pelanggan niaga dan industri.

“Jadi untuk pelanggan air perpipaan akan kami beri satu dispenser dan dipinjami galon, sehingga pelanggan rumah tangga nantinya bisa menjadi pelanggan air kemasan. Kami akan coba di satu RW dulu. Ini langkah terobosan kami,” tuturnya.

PDAM Tirta Binangun Kulonprogo juga berhasil mengefektifkan karyawan dengan perubahan struktur organisasi dan tata kelola (SOTK). Rasio pegawai di PDAM ini juga cukup baik dengan rasio saat ini 1.000 pelanggan dilayani dengan 4 orang. Rasio ini lebih baik dari ketentuan  perusahaan air minum yakni 1.000 pelanggan dilayani 8 karyawan.

“Dari sisi pegawai kita tingkatkan kompetensi dan profesionalismenya melalui pelatihan-pelatihan dan workshop,” kata Jumantoro.

PDAM Tirta Binangun juga berhasil mengatasi tingkat kebocoran air (non revenue water/NRW) dari 24% menjadi 23% pada 2019. “Tidak perlu pakai alat yang canggih, kuncinya semakin kita memperbanyak sambungan, semakin berkurang tingkat kebocoran,” ucap Jumantoro. Tahun 2023, PDAM Tirta Binangun menargetkan tingkat NRW turun menjadi 20 persen.

Kinerja layanan dan operasional perusahaan yang cukup baik itu juga sejalan dengan kinerja bisnis perusahaan. PDAM Tirta Binangun pada 2019 lalu meraih pendapatan Rp 28,02 miliar, naik dibandingkan tahun sebelumnya Rp 23,297 miliar. Sedangkan laba sebelum pajak meningkat dari Rp 1,058 miliar menjadi Rp 1,885 miliar.

Tags: PDAM Tirta BinangunTOP BUMD Awards 2020
Previous Post

Terobosan PDAM Tirta Sakti Menuju Pelayanan Prima Kepada Pelanggan

Next Post

Bank Syariah Bandar Lampung Tempati Kantor Baru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR