Jakarta, TopBusiness—Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, meyakini bahwa nilai tukar Rp ke USD akan menguat dan berada di sekitar Rp 15.000 pada akhir tahun 2020 ini.
“Dalam rangka menjaga stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamental dan mekanisme pasar, BI terus memerkuat intensitas triple intervention baik secara spot, DNDF, dan pembelian SBN dari pasar sekunder,” kata dia melalui keterangan tertulis, yang dipublikasikan kemarin malam.
“Melalui koordinasi dengan pemerintah, BI juga meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi tidak akan lebih rendah dari 2,3% pada tahun 2020,” Perry menambahkan.
BI menegaskan kembali bahwa indikator makro, yang disampaikan pada saat konferensi pers stimulus ekonomi, adalah ‘what if scenario’ dan bukan merupakan angka proyeksi. ‘What if scenario’ disusun agar hal tersebut dapat dicegah dan diantisipasi melalui upaya bersama dengan Pemerintah, OJK dan LPS.
Keterangan Foto: Pusat Belanja di Saat Menguatnya Wabah Virus Corona
Pewarta Foto: Rendy MR/TopBusiness
