TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

OJK Akui IHSG Jadi Indeks Paling Terdampak

Busthomi
6 April 2020 | 16:27
rubrik: Capital Market
OJK Akui IHSG Jadi Indeks Paling Terdampak

Jakarta, TopBusiness – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso mengakui sejak wabah virus corona (covid-19) menyebar di Indonesia, pasar keuangan yang paling terdampak. Hal ini tercermin dari kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga Jumat (3/4/2020) menjadi salah satu yang terberat di dunia.

Dari data yang dihimpun OJK, jika dilihat laju Indeks secara year to date (ytd) atau sejak awal tahun hingga Jumat itu, maka IHSG menjadi yang terberat keempat setelah bursa Filipina, Inggris, dan Thailand. Posisi Indonesia berada tipis di atas Bursa AS yakni untuk indeks Dow Jones.

“Penurunan IHSG memang menjadi salah satu yang terdalam dibandingkan dengan bursa saham lainnya. IHSG anjlok sebanyak 26,61%, sementara yang terbesar dialami oleh bursa Filipina di mana indeknya turun 31,58%,” tutur Wimboh dalam diskusi virtual OJK dengan mahasiswa di Jakarta, Senin (6/4/2020).

Tercatat, posisi bursa terparah kedua diduduki oleh Inggris dengan kejatuhan mencapai 28,105, kemudian bursa Thailand jatuh sebesar 27,65%. Setelah IHSG, Dow Jones turun sebanyak 26,23%. Kemudian bursa Singapura yang turun sebesar 25,45%. Disusul bursa Australia yang turun sebesar24,92% dan bursa Jepang juga menurun sebanyak 24,67%.            

Lalu bursa AS untuk indeks S&P 500 juga turun 22,97% dam untuk posisi ke-10 bursa Kospi Korea Selatan anjlok sebanyak 21,49%. “Namun ternyata untuk bursa China sendiri yang merupakan negara asal wabah corona itu hanya turun sebesar 9,38%,” kata Wimboh.

Lebih lanjut dia menegaskan, untuk jumlah outflow nonresident dari dana asing pada pasar keuangan juga cukup tinggi baik itu di pasar saham  maupun di pasar Surat Berharga Negara (SBN). Secara ytd, untuk outflow di pasar saham sebanyak Rp10,79 triliun hingga 3 April 2020. Sementara outflow di pasar SBN lebih besar lagi mencapai Rp129,98 triliun.

BACA JUGA:   Enam Saham Ini Direkomendasikan, dari BBRI hingga CPIN

Untuk mengantisipasi kejatuhan yang lebih dalam, OJK dan pihak SRO sendiri memang sudah menerbitkan sejumlah paket kebijakan, yaitu pertama, menjaga fundamental usaha di sektor riil. Kedua, menjaga stabilitas pasar keuangan; dan ketiga, kebijakan lainnya.

Untuk paket kebijakan kedua itu, kata dia, opsi kebijakan yang sudah diambil adalah, pelarangan short selling untuk sementara waktu; asymmetric auto rejection diberlakukan (kini batas auto rejection di bawah 7%) dan kebijakan trading halt (pembekuan perdagangan) selama 30 menit untuk penurunan IHSG sebanyak 5%; peniadaan perdagangan di sesi pre-opening.

“Serta buyback saham tanpa melalui RUPS oleh emiten yang memenuhi persyaratan tertentu. Dan terdapat 33 emiten yang melakukan buyback dari 60 emiten yang sudah menyampaikan rencana buyback-nya,” tutup dia.

Tags: Covid-19ihsgojk
Previous Post

BAF Berikan Keringanan Angsuran Pembiayaan

Next Post

PUDAM Tirta Sembada Jadi Kebanggaan Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR