Jakarta, TopBusiness – Ukiran kinerja manajemen serta capaian pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan air bersih dan minum di Kabupaten Sleman membuktikan kinerja Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Sembada.
Dengan tata kelola perusahaan baik dan benar ini, PUDAM Tirta Sembada masuk kategori skala kecil dengan pelanggan di bawah 100.000 pelanggan. Hingga saat ini, perusahaan air ini memiliki pelanggan 37.146 Sambungan Rumah (SR) dengan cakupan pelayanan kepada seluruh masayarakat di Kabupaten Sleman. Layanan ini baru mencapai 27,13 persen, atau baru bisa melayani 16 kecamatan dari total 17 kecamatan di kabupaten tersebut.
Kinerja apik Pudam Tirta Sembada ini telah pula memberikan konstribusi besar dalam setoran penghasilan kepada pemilik modal Pemerintah Kabupaten Selaman ini dalam bentuk setoran dividen ke kas APBD semenjak tahun 2012 dengan setoran terus meningkat.
Setoran deviden tahun 2012 sebesa Rp 282,7 juta, 2013 Rp 426,4 juta, 2014 Rp 520,1 juta, 2015 Rp 655,3 juta, 2016 Rp 838,5 juta, 2017 Rp 967,8 juta, 2018 Rp 1,075 miliar, dan tahun 2020 sebesar Rp 1,240 miliar.
“Penghasilan PUDAM Tirta Sembada ini pun turut meningkat seiring dengan peningkatan setoran deviden kepada pemilik modal, dalam hal ini Pemkab Sleman,” ujar Direktur Utama PUDAM Tirta Sembada Dwi Nurwata dalam sesi Wawancara dan Presentasi Penjurian TOP BUMD Awards 2020 yang dilakukan secara teleconference, Senin (6/4/2020).
Kinerja keuangan PUDAM Tirta Sembada dalam enam tahun terakhir juga terus meningkat. Ekuitas perusahaan pada tahun 2014 sebesar Rp 13.265.408.357 dengan capaian laba sebesar Rp 1,040 miliar, pada 2015 eukuitas perusahaan sebesar Rp 13.265.408.357 dan laba Rp 1,310 miliar. Tahun 2016 ekuitas sebesar Rp 18.971.824.485 dan laba Rp 1,677 miliar, tahun 2017 ekuitas sebesar Rp 56.075.842.713 dan laba sebesar Rp 1,941 miliar, tahun 2018 ekuitas sebesar Rp 72.446.560.562 dengan laba Rp 2,151 miliar, dan tahun 2019 ekuitas sebesar Rp 74.343.780.900 dengan laba Rp 2,481 miiar.
Sementara itu penilaian dari kementerian dalam negeri dan BPPSPAM-PUPR, sejak tahun 2014 perusahaan daerah ini terus menunjukan kinerja sangat baik. Tahun 2014 penilaian Kemendagri pada nilai 60, 97 dengan posisi kesehatan perusahaan sangat baik. Sementara penilaian BPPSPAM pada nilai 2,99 dengan kriteria perusahaan sehat. “Dan tahun 2019 penilaian kemendagri 73,16 dengan kondisi baik dan BPPSPAM dengan nilai 3,76 dengan penilaian perusahaan sehat,” ujar Dwi Nurwata.
Tidak tanggung-tanggung pula PUDAM Tirta Sembada ini sudah menjadi acuan bagi PDAM lain se-Indonesia dengan status perusahaan kecil dengan pelanggan di bawah 100.000 tapi dengan pengelolaan apik menjadi perusahaan sehat.
Inovasi perusahaan daerah ini telah menerapkan kinerja Geografik Information Sistem (GIS) terintegrasi dengan PDAM Pintar dan Cantiq. Serta pula telah berinovasi membangun perusahaan air dalam kemasan (AMDK) dengan brand DAXU dengan produknya sudah bisa eksis di pasaran sekitar Kabupaten Sleman.
“Kami akan terus meningkatkan kualiatas layanan kami. Dengan penekanana kepada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan berkompetensi kepada pelayanan terbaik. Lantas kami akan mengefefektifkan struktur organisasi agar semakin efisien. Dan juga kami akan pula meningkatkan layanan berbasiskan Technologi Information Cumputer (ICT) pada seluruh lini, agar pelayanan kami semakin baik,” tegas Dwi.
Lanjut Dwi, tantangan perusahaan ke depan tak kecil pula. Dukungan regulasi antar Kabupaten dan Provinsi harus pula menjadikan kekuatan bagi BUMD untuk memberikan pelayanan terbaik dan juga memberikan setoran laba bagi pemegang saham serta seluruh stakeholder harus pula mendapatkan menfaat besar dengan keberadaan perusahaan daerah ini.
“Kami sangat sulit untuk mendapatkan sumber air baku, karena banyak yang terlibat dalam mengelolah air baku ini di daearh, seperti SPAM Wilayah, dan Badan Usaha Desa. Kami akan membangun sinergitas yang baik bagi seluruh pengelolah air ini, tentunya dengan kekuatan hukum dari pemerintah daerah tingkat satu dan dua, agar sinergi tersebut saling memberikan kebermanfaatan bersama,” ujar Dwi.
