Jakarta, TopBusiness – Di usia 50 tahun, operasional PD BPR Bank Bapas 69 telah banyak memberikan warna bagi pembangunan dan perekonomian di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tentunya mempunyai peran ganda sebagai perusahaan yang mencari laba agar bisa memberikan kontribusi dalam penyetoran Pendapan Asli Daerah (PAD) ke kas Kabupaten Magelang.
Serta pula memikul tanggung jawab besar pula dalam meningkatkan Usaha Mikro Kecil Mnengah (UMKM) agar sektor mikro bisa naik kelas menjadi pengusaha menengah dan bisa memiliki daya saing di tingkat lokal hingga bisa menembus pasar global. Program Pembinaan 1.000 UMKM ini sangat dirasakan efeknya bagi masyarakat.
Tentunya peran BUMD tidak berhenti di situ saja. PD BPR Bank Bapas 69 terus memerangi para renternir di wilayah Magelang ini. Oleh sebab itu perusahaan daerah ini memberikan program dana murah bagi UMKM di bawah bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Tidak kalah pentinnya lagi, BUMD ini pun memiliki kepedulian akan pendidikan masyarakat selurih Kabupaten Magelang ini. Masyarakat digugah minat menabungnya dari usia dini untuk mempersiapkan masa depan agar pendidikan tetap bisa terus berjalan dengan baik. Tabungan Simpanan Pelajar(SIMPEL) ini sebuah inovasi dan langkah bernas management mengugah masyarakat akan kesadaran menabung untuk pendidikan.
“Maka untuk merangsang pelajar untuk menabug SIMPEL ini BPR Bank Bapas 69 memberikan reward berupa undian secara rutin dengan berbagai hadiah untuk keperluan sekolah,” ujar Direktur Utama Teguh Wiharso dalam sesi Presentasi dan Wawancara Penjurian TOP BUMD Awards 2020 yang dihelat Majalah TopBusiness melalui teleconference.
Kinerja apik dan memberikan rangsangan pula kepada calon penabung maka jumlah penabung setiap tahun mengalami peningkatan yang sangat signifikan pula. Tercatat 2018 tabungan SIMPEL ini berhasil sebesar Rp 17.122.314.153 dan tahun 2019 angka jumlah tabungan melonjak tajam sebesar Rp 23.454.058.487.
Kinerja dan capaian BUMD kebanggaan Kabupaten Magelang ini kinerjanya sudah tidak diragukan lagi dalam membangun perekonomian daerah. Setoran laba bank ke kas Pemda Kabupaten Magelang atas laba tahun 2019 sebesar Rp 18.406.891.250 meningkat dibanding setoran atas laba tahun 2018 sebesar Rp 15.884.341.326
Sebagai lembaga keaungan milik pemkab Magelang ini dalam usia 50 tahun ini tentunya kinerja PD BPR Bank Bapas 69 akan menjadikan BPR yang kuat serta sehat agar pulamemberikan peran dan kontribusi besar dalam memperkuat perekonomian daerah.
Langkah-langkah menbuat sehat dan kuat tentunya tidak lepas dengan tata kelola perusahaan dengan baik dan benar. Dalam hal tersebut perusahaan daerah ini pun terus menerus melakukan perbaikan kinerjanya dengan meningkatkan peran Human Capital (HC) dalam kesempurnaan operasionalnya.
“Kami akan ciptakan BPR yang sehat dan kuat, dari segi permodalan agar pembangunan perekonomian Kabupaten Magelang bisa terus meningkat, serta tata kelola management kami menjadikan BPR yang profesioanal,” tegas Teguh.
Teguh menjelaskan, dari sisi HC, pihaknya telah memiliki 22 pejabat struktural yang telah memiliki sertifikat direktur BPR oleh BNSP dan juga 42 pejabat struktural yang telah memiliki sertifikat sertifikasi manajemen risiko.
“Dan kami juga telah memiliki Bapas Traning Center (BTC) yang telah membuktikan meningkatkan kualitas dan kompetensi HC seluruh karyawan dan pejabat structural membangun budaya kerja memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat. Tentunya BTC ini pun bisa pula dimanfaatkan oleh BPR se-Jawa Tenggah pula,” ujar Teguh.
