Jakarta, TopBusiness – Berbagai upaya pencegahan penularan dan menyebarnya virus Corona atau Covid-19 di lingkungan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) terus di lakukan. Untuk mensterilkan setiap pihak yang keluar masuk gedung perkantoran di lingkungan kantor IPCC, perusahaan menyiapkan bilik automatik disinfektan pada lokasi gate domestik, gate international dan lobby masuk kantor utama IPCC
Adapun bilik penyemprotan otomatis ini memiliki spesifikasi berukuran 2 x 2 m2 terbuat dari bahan antikarat dan dapat bekerja secara otomatis apabila orang memasuki bilik dimaksud dan lansung secara otomatis system sprayer akan menyemprotkan cairan disinfektan.
“Untuk langkah antisipasi dan keamanan, titik letak penyemprotan diatur sedemikian rupa agar tidak menimbulkan iritasi bagi kulit dan tidak mengenai mata dari orang yang melewati bilik tersebut,” jelas keterangan resmi dari IPCC yang diterima redaksi, Rabu (8/4/2020).
Untuk cairan penyemprotan itu sendiri menggunakan cairan yang sesuai standar kesehatan sehingga aman terhadap efek iritasi. IPCC telah menyiapkan stock cairan disinfektan yang memadai sehingga cukup untuk dilakukan setiap kali dilintasi orang, mengingat masih adanya aktivitas lalu lalang dari sejumlah orang yang ada di IPCC.
“Dipasangnya bilik atutomatk disinfektan tersebut bertujuan untuk langkah pengamanan ataupun pencegahan penyebaran Covid-19 dilingkungan kerja IPCC, sehingga diharapkan dapat menjaga kinerja operasional perusahaan dalam memberikan pelyanan terbaik dan konstan kepada para pengguna jasa IPCC,” ujarnya.
Namun, demikian penggunaan bilik juga harus diikuti dengan kesadaran setiap pihak di lingkungan IPCC, baik para pegawai yang masih bekerja di kantor, para mitra kerja IPCC, maupun sejumlah tamu yang datang untuk tetap menjaga kebersihan diri masing-masing.
“Minimal, upayakan untuk selalu mencuci tangan dimana telah disiapkan alat hand zanitiser di pintu masuk kantor, menjaga jarak (social distancing) antar individu, pengecekan suhu tubuh, maupun menjaga etika ketika sedang batuk maupun bersin,” jelasnya.
Operasional Bongkar Muat Normal
Sebelumnya, PT IPCC memastikan kepada seluruh pelanggannya bahwa sampai dengan saat ini masih tetap beroperasi normal sebagai upaya mempertahankan kelancaran arus logistik dan bongkar muat kendaraan. Upaya tersebut dijalankan dengan strategi pembagian shift bergilir bagi petugas operasional dengan dibekali Alat Pelindung Diri (APD) operasi yang terstandardisasi dan tambahan pelindung untuk pencegahan penyebaran virus corona atau yang dikenal dengan sebutan Covid-19.
“Kebijakan operasional ini didasari karena IPC Car Teriminal menjadi garda terdepan negara dalam melayani ekspor-impor otomotif di Indonesia sehinga operasional IPC Car Terminal tetap berjalan normal selama 24/7 meskipun dengan pembagian shift tersebut,” ujar manajemen dalam keterangan resminya.
Kegiatan ekspor dan impor sendiri, khususnya untuk segmen CBU, dalam beberapa pekan terakhir ini, berdasarkan data yang ada, mengalami penurunan seiring beberapa negara tujuan ekspor sudah melakukan pembatasan. Diantaranya, Malaysia dan Filipina sehingga praktis pengiriman untuk tujuan ke dua negara tersebut mengalami penurunan untuk sementara waktu. Adapun pangsa pasar dari kedua negara tersebut ialah masing-masing sekitar 29 persen dan 1 persen dari total jumlah ekspor CBU.
Hingga pertengahan Maret 2020, total ekspor CBU ke Filipina mencapai 6.455 unit atau lebih rendah 1,56 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sejumlah 6.557 unit. Sementara, unit CBU yang di ekspor ke Malaysia hingga pertengahan Maret 2020 mencapai 128 unit atau turun 58,84 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu sejumlah 311 unit.
Selain CBU, untuk segmen alat berat pun juga mengalami penurunan untuk kedua negara tersebut. Hingga pertengahan Maret 2020, pengiriman ekspor alat berat ke Filipina turun 32,43 persen YoY menjadi 25 unit. Sedangkan, ke Malaysia turun 58,82 persen menjadi 14 unit alat berat.
IPC Car terminal hingga kini masih belum membatasi kedatangan Kapal RoRo, dimana kapal-kapal tersebut masih bersandar sesuai jadwal rutin tetap. Akan tetapi, dari segi jumlah muatan ada pengurangan. Hal ini terpengaruh dari sejumlah negara yang telah melakukan kebijakanpembatasan aktivitas ekspor impor.
Sementara untuk kegiatan operasional di terminal domestik, terlihat meningkat sedikit sebesar 6,28% namun, untuk alat berat cenderung turun drastis mencapai 57,12% yang di sebabkan di beberapa daerah menerapkan kebijakan terkait dengan antisipasi penyebaran virus Covid-19. Selain itu, industri otomotif dalam negeri juga mengalami penurunan produksi dikarenakan beberapa komponen yang masih diimpor dari negara lain yang menerapkan kebijakan pembatasan tersebut.
IPC Car Terminal tetap konsisten dan serius dalam mengupayakan pencegahan penyebaran virus Covid-19 di lingkungan perusahaan, dengan memfasilitasi Hand Sanitizer di setiap sudut ruangan yang mudah di jangkau, pengukuran suhu bagi pekerja dan semua pihak yang berkepentingan yang masuk dan keluar area perkantoran maupun terminal, penerapan social distancing pada area kerumunan dan antrian serta pembagian masker bagi pekerja operasional dan front liner juga penyemprotan disinfektan secara rutin, hingga mulai membatasi atau menjadwalkan ulang bagi tamu yang akan berkunjung ke perusahaan.

Selamat malam
Maaf
Saya mau tau biayanya untuk pemasangan outomatic hand sanitizer depan loby gedung