Jakarta, TopBusiness – PT. BPR Bank Jombang Perseroda terus melakukan inovasi strategi bisnis guna memacu pertumbuhan kinerja. Hal tersebut tercermin dari rasio dan kinerja keuangan perusahaan sepanjang dua tahun ke belakang.
Dalam sesi presentasi dan pendalaman dalam event penjurian TOP BUMD Awards 2020, yang berlangsung melalui aplikasi zoom pada Jumat 27 Maret 2020, Direktur utama PT BPR Bank Jombang Perseroda Affandi Nugroho mengatakan setidaknya ada 4 inovasi yang saat ini tengah dilakukan bank untuk meningkatkan kinerja bisnis.
Inovasi Pertama yakni membuat produk Kredit Infrastruktur yang merupakan kredit yang diperuntukan untuk desa dalam membantu melaksanakan program-program pembangunan desa.
“Produk ini memberikan manfaat bagi desa dalam menyelesaikan pembangunan secara tepat waktu karena pada saat Dana Desa belum cair maka Kredit Infrastruktur merupakan solusi untuk mengatasi masalah tersebut dengan membiayai pembangunan dengan maksimal plafond sampai dengan Rp.250 juta,” kata Affandi.
Kedua, menyediakan Kredit Tanpa Bunga yang merupakan kredit yang diperuntukkan untuk nasabah dengan kebutuhan mendesak dan untuk kebutuhan likuiditas sementara. Kredit ini memiliki manfaat bagi nasabah yang kekurangan likuiditas sehingga kredit tanpa bunga ini sangat membantu.
Ketiga, Kredit Perangkat. yakni layanan kredit yang diberikan bagi perangkat desa. Kredit ini memberikan manfaat bagi perangkat-perangkat desa dalam membantu memenuhi produktifitasnya seperti membuka usaha sehingga perangkat desa memilki pekerjaan lain selain menjadi perangkat desa. Kredit perangkat hanya jaminan SK perangkat dari Kepala Desa dan Bupati bagi SK Kepala Desa
“Kredit ini kami berikan seiring dengan strategi BPR Bank Jombang yang membuat dan memberdayakan jaringan ke desa-desa dengan mengoptimalkan kerjasama dengan perangkat desa se Kabupaten Jombang. Jadi para perangkat desa ini juga menjadi agen-agen kami dalam memasarkan produk-produk perbankan kami kepada masyarakat. Jadi secara jaringan, kami ini sudah sangat luas karena agen-agen kami sudah ada di setiap desa di kabupaten Jombang,” papar Affandi.
Keempat, membuat Arisan SIMARMAS Scoopy. Affandi menuturkan Arisan ini merupakan arisan yang diperuntukkan bagi perangkat-perangkat desa yang juga agen pemasaran BPR Bank Jombang.
“Produk ini bertujuan agar perangkat-perangkat desa mau menabung setiap bulannya sehingga perangkat desa tidak konsumtif. Setiap bulan diundi motor scoopy selama 30 periode. Pada akhir periode namun perangkat desa tidak memperoleh scoopy maka akan mendapatkan bonus uang senilai Rp.300 ribu,” ujar Affandi.
Berkat inovasi yang terus dilakukan, BPR Bank Jombang mampu untuk terus mendongkrak kinerja persuahaan. Hal ini terlihar dari laporan kinerja keuangan perusahaan memperlihat bahwa aset naik menjadi Rp 446,060 miliar di akhir 2019 dari tahun sebelumnya sebesar Rp 357,160 miliar. Kredit yang diberikan naik dari Rp 272,920 miliar di 2018 menjadi Rp 344,968 miliar (2019), dan laba juga naik dari Rp 5,429 miliar (2018) menjadi Rp 6,409 miliar (2019).
Penulis: Abi Abduljabbar S
