
Jakarta, businessnews.id — Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Maryono menyatakan telah memasang pertumbuhan kredit 2015 sebesar 17% sampai 18%. “Angka itu di luar perhitungan Program 1 Juta Rumah yang telah diwacanakan Pemerintah Indonesia,” kata dia di Jakarta hari ini.
“Rencana pertumbuhan kredit 2015 kami susun di saat rencana Program 1 Juta Rumah didengungkan,” dia berkata.
Sehingga jika program itu memang diluncurkan, pertumbuhan kredit BTN akan lebih tinggi lagi. “Program itu kan baru wacana,” kata dia.
Ditambahkannya, dari total kredit di tahun 2014, porsi antara kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi dan komersial, rasionya 43% dan 57%. Ini menandakan bahwa penyaluran KPR oleh BTN tidak tergantung ke program Pemerintah Indonesia.
Sementara, kredit macet atau non performing loan (NPL) di tahun 2014, di 4%. Dengan demikian, ada penurunan. Adapun untuk tahun 2015 diharapkan di bawah 3%.
Tahun 2014, total penyaluran kredit sebesar Rp 115 triliun, dan ditargetkan tahun 2015 sebesar Rp 125 triliun.
Penulis/Peliput: Abdul Aziz
Ed: Dhi