
Jakarta, businessnews.id — Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Maryono mengatakan, komposisi dana di Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebaiknya 80% dari Pemerintah Indonesia dan 20% dari BTN. Itu bila bunga kredit pemilikan rumah (KPR) di FLPP menjadi 5%.
“Dengan dana Pemerintah Indonesia di 80%, net interest margin (NIM) kami tidak turun bila bunga dipatok 5%,” kata dia di Jakarta hari ini.
Selain itu, Program 1 Juta Rumah akan lebih didukung bila penyertaan modal negara (PMN) ke Bank Mandiri yang ditolak oleh DPR RI, dialihkan ke BTN.
“Jika [wacana PMN ke BTN] itu terjadi, maka cost of fund (biaya dana) kami akan lebih murah,” terang dia.
Sebelumnya, DPR dan Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) Gatot Suwondo mewacanakan perlunya rencana PMN ke Bank Mandiri dialihkan ke BTN. Maka, Program 1 Juta Rumah itu terdukung.
Adapun Pemerintah RI telah mewacanakan Program 1 Juta Rumah, dan di situ akan memermudah konsumen dengan bunga KPR FLPP 5%.
Penulis/Peliput: Abdul Aziz
Ed: Dhi