Jakarta, TopBusiness – Perumda Tirta Baribis beroperasi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Perusahaan umum daerah ini memiliki aktivitas usaha, pertama, mendistribusikan air bersih kepada pelanggan kepada pelanggan. Kedua, membangun jaringan sistem penyediaan air minum (SPAM) untuk mengoptimalkan penyaluran air bersih kepada masyarakat. Terakhir, melakukan pemeliharaan dan penataan jaringan perpipaan untuk menekan kebocoran/kehilangan air.
Ada enam strategi bisnis yang dijalankan untuk mencapai visi dan misinya, pertama, meningkatkan cakupan pelayanan. Kedua, optimalisasi unit produksi yang ada. Ketiga, menambah kapasitas produksi dan jaringan pipa transmisi/distribusi. Keempat, meningkatkan pelayanan khususnya kualitas, kontinuitas dan hubungan langganan. Kelima, peningkatan dan penataan sumber daya manusia agar bekerja secara profesional dan modern yang berbasis teknologi. Keenam, melakukan langkah-langkah penurunan kebocoran.
Dalam sesi presentasi dan wawancara TOP BUMD Awards 2020 menggunakan video conference antara Jakarta dan Brebes, Senin, 13 April 2020, Direktur Utama Perumda Tirta Baribis Agus Isyono mengatakan saat ini visi Perumda Tirta Baribis adalah “Menjadi Perumda Air Minum yang Unggul, Modern, dan Berwawasan Lingkungan.”
“Ini visi kami yang baru. Seiring dengan perubahan visi maka misi kami juga disesuaikan. Yaitu, pertama, memberikan pelayanan air yang unggul kepada konsumen secara kualitas, kuantitas, kontinuitas serta keterjangkauan. Kedua, ikut serta aktif dalam pembangunan daerah dalam penyediaan air bersih.”
“Ketiga, mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional secara modern yang berbasis teknologi, dengan ditopang oleh sistem manajemen dan tata kelola perusahaan yang baik (Good Coorporate Governance). Kelima, peduli dan ikut serta aktif terhadap kelestarian lingkungan sumber air baku.”
Tantangan dan Solusi
Kepada Dewan Juri TOP BUMD Awards 2020, Agus Isyono, yang mulai menjabat sebagai dirut mulai 1 November 2019 ini, menjelaskan sejumlah tantangan yang dihadapinya serta solusi yang telah dijalankannya.
Pertama, sebagian besar penduduk Kabupaten Brebes relatif mudah untuk mendapatkan sumber air baku dari sumur penduduk yang dangkal, sehingga animo untuk menjadi pelanggan Perumda Air Minum Tirta Baribis tidak terlalu tinggi.
“Atas kondisi ini, dilakukan sosialisasi secara terus-menerus melalui berbagai media untuk memberikan informasi tentang pentingnya air yang bersih dan sehat,” jelasnya.
Kedua, sebagian warga Brebes berada di lereng gunung yang sulit untuk mendapatkan sumber air baku dan air bersih, bahkan hanya sekedar untuk konsumsi makan dan minum sehari-hari.
“Untuk sementara waktu, solusinya dengan mengandalkan Penampungan Air Hujan pada musim hujan dan dropping air bersih dengan mobil tangki pada musim kemarau, mengingat untuk melayani dengan SPAM membutuhkan investasi yang sangat tinggi.”
Ketiga, saat ini jumlah penduduk Kabupaten Brebes berjumlah 1.802.829 juta jiwa yang tersebar di 17 kecamatan dan 297 Desa/Kelurahan, sehingga membutuhkan lebih banyak sistem penyediaan air minum dan investasi yang tinggi.
“Kami menempuh langkah dengan melakukan pemetaan dan survei potensi pelanggan pada wilayah wilayah pengembangan baru.”
Tantangan keempat, masih banyaknya jaringan pipa lama (ACP) yang terpasang dan sering mengalami kebocoran karena faktor usia.
“Solusinya adalah dengan melakukan penggantian pipa lama secara bertahap serta melakukan inovasi aksesoris pipa untuk perbaikan kebocoran sehingga lebih efektif dan efisien,” ujar Agus Isyono.
Peningkatan Layanan Pelanggan
Pada kesempatan ini juga diuraikan berbagai upaya yang telah dan sedang dilakukan oleh Perumda Tirta Baribis untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Antara lain:
Pertama, melakukan percepatan proses pemasangan sambungan rumah dan penanganan aduan baik dari pelanggan ataupun masyarakat.
Kedua, melakukan pemantauan tekanan pada wilayah pelayanan secara periodik untuk memastikan kuantitas dan kontinuitas aliran di pelanggan.
“Kami rutin melaksanakan flushing (pencucian) pipa secara berkala untuk memastikan kualitas air yang disalurkan ke pelanggan memenuhi ketentuan yang ada,” kata Agus Isyono.
“Juga melakukan pemantauan kualitas air pelanggan.”
Kelima, melakukan peneraan meter pelanggan secara langsung dengan alat tera portable untuk memastikan akurasi alat ukur (water meter).
“Menerapkan metode pembacaan meter pelanggan dengan aplikasi berbasis android untuk meningkatkan akurasi hasil baca meter.”
“Melakukan pemetaan dan sosialisasi untuk optimalisasi dan pengembangan pelayanan bersama sama Forum Komunikasi Pelanggan Brebes (Forpambes).”
Terobosan dan Inovasi
“Perlu diketahui bahwa Kabupaten Brebes adalak kabupaten dengan wilayah terluas di Provinsi Jawa Tengah. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi seluruh warganya, tentu memerlukan investasi yang besar,” ungkap Agus Isyono.
Untuk itu, jajaran Perumda Tirta Baribis membuat sejumlah terobosan dan inovasi, antara lain:
“Melakukan Studi geolistrik untuk mendapatkan data potensi sumber air dalam rangka penambahan kapasitas sumber air baku baru di daerah yang sulit air.”
“Kedua, mengembangkan Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk memetakan sarana dan prasarana yang ada khususnya jaringan pipa dan pelanggan.”
“Melakukan inventarisasi semua aset dalam rangka Pembangunan Manajemen Aset yang berbasis Informasi dan Teknologi.”
“Terakhir, melaksanakan dan mengembangkan sistem e-office untuk peningkatkan tertib administrasi dan percepatan pelayanan,” tutup Agus.
Penulis: Teguh Imam Suyudi
