
Jakarta, businessnews.id — Mulai 1 Maret 2015, Angkasa Pura II selaku operator 13 bandar udara (bandara) di Indonesia, menutup loket penjualan tiket perusahaan penerbangan. Akibatnya, perusahaan itu bakal kehilangan pendapatan sebesar 5% sampai 10%.
Hal itu disampaikan Direktur Utama Angkasa pura II, Budi Karya Sumadi, di Jakarta hari ini.
Angka persentase itu didapat dari hasil pembicaraan dengan seluruh perusahaan penerbangan.
“Kami sudah ajak bicara mereka. Setelah dijelaskan, mereka memahami kebijakan itu karena potensi kehilangan pendapatan itu hanya sementara,” kata dia.
Kebiasaan membeli tiket saat di bandara akan hilang dengan kebijakan tersebut.
Selain itu, Angkasa Pura II dan perusahaan penerbangan tengah mengembangkan pembelian lewat mesin sejenis ATM (anjungan tunai mandiri). Hal itu memungkinkan dibelinya tiket di bandara tampa calo.
Pengembangan sistem tersebut akan selesai pada saat seluruh Bandara milik Angkasa Pura II selesai yakni di Mei 2015.
Penulis/Peliput: Abdul Aziz
Ed: Dhi