
Jakarta, businessnews.id — Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Kartika Wirjoatmodjo menyatakan, pihaknya tengah memerhatikan 10 bank umum. Sebab, performa 10 bank itu tengah menurun.
“Hal itu kami lakukan untuk mengantisipasi kejadian penyelamatan Bank Mutiara (dahulu Bank Century) di mana saat ditetapkan diselamatkan, kami tidak tahu kondisinya,” terang dia di Jakarta hari ini.
Ia menambahkan, 10 bank tersebut dinilai layak diperhatikan karena beberapa indikatornya menurun seperti NPL (non performing loan/rasio kredit bermasalah) yang naik. Namun, masih dalam kewajaran.
Ditambahkannya, 10 bank itu tidak berisiko gagal. Sebab, definisinya bukan seperti ‘bank dalam perhatian khusus’ menurut Bank Indonesia.
Bank Likuidasi
Kartiko pun berkata, pihaknya sudah rampung likuidasi 45 bank dengan nilai klaim yang sudah dibayar sampai 2014 mencapai Rp 734,94 miliar.
“Bank yang ditutup sudah sebanyak 62 bank dengan jumlah bank sudah selesai dilikuidasi mencapai 45 bank,” katanya.
Kartika menyebutkan, dari total 62 bank yang ditutup, sebanyak 61 unit merupakan bank perkreditan rakyat (BPR) dan satu bank umum. “LPS juga sudah melakukan penyelamatan terhadap Bank Century (sekarang Bank Mutiara). Kami telah menjualnya Rp 4,4 triliun,” kata Kartika.
Di tempat yang sama, Direktur Akuntansi dan Anggaran LPS Suwandi mengatakan bahwa sepanjang 2005-2014, pihaknya menerima premi Rp 42,85 triliun. Sedangkan, lanjut dia, hasil investasi yang berhasil diterima LPS sebesar Rp 12,56 triliun.
Suwandi mengatakan, hingga saat ini total aset dari 62 bank masuk proses likuidasi sebesar Rp 455,25 triliun. Sementara, total simpanan bank dilikuidasi senilai Rp1,27 triliun.
“Bank yang telah berakhir likuidasinya sebanyak 45 bank,” tegasnya.
Dia menyebutkan, tingkat recovery dana penjaminan untuk bank yang telah mengakhiri proses likuidasi sebesar 14,54%.
“Klaim yang sudah dibayar hingga akhir 2014 di Rp 734,94 miliar dari 98.887 rekening,” kata Suwandi.
Penulis/Peliput: Abdul Aziz
Ed: Dhi