TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Food Station Tjipinang Siap Jadi Role Model Perusahaan Pangan Lain

Busthomi
23 April 2020 | 18:08
rubrik: BUMD
Food Station Tjipinang Siap Jadi Role Model Perusahaan Pangan Lain

Jakarta, TopBusiness – Kinerja PT Food Station Tjipinang Jaya, milik pemerintah provinsi DKI Jaya, selama bertahun-tahun ini menunjukkan kemajuan yang luar biasa. Megemban tugas utama untuk menyediakan bahan komoditas pangan utama, terutama beras, berhasil dipikulnya. Bahkan dengan kinerja itu, perseroan mampu menjaga inflasi beras di DKI relatif stabil dan lebih rendah dari inflasi beras nasional.

Kemampuan Food Station dalam menjaga pasokan pangan itu memang tak lepas dari lini bisnis perseroan yang bergerak dari hulu hingga hilir. Pihaknya tak hanya memiliki lahan pertanian yang memproduksi beras, tapi juga sampai memasarkannya hingga ke tangan konsumen. Tentu dengan kualitas komoditas beras yang terbaik.

“Sebagai BUMD kita ikut menjaga stabilitas harga dengan operasi pasar. Tapi operasi pasar saat ini, sangat berkurang. Karena stabilisasi harga di Jakarta sudah sangat baik,” tandas Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi, dalam penjurian Top BUMD Award 2020 melalui sistem virtual di Jakarta, Kamis (23/4/2020).

Indikator harga beras di DKI terkendali terlihat dari inflasi di ibukota ini yang memang rendah. Tercatat kata dia, untuk periode 1 Januari 2019 hingga 1 Desember 2019, grafiknya jauh di bawah inflasi beras nasional. Inflasi beras tertinggi terjadi pada Juli 2019 sebesar 0,87%, sementara di saat bersamaan inflasi beras nasional malah menembus 4,98%.

Kinerja yang apik ini membuat pihaknya didorong untuk menjadi role model perusahaan pangan lainnya, baik itu yang berstatus BUMN atau BUMD dari provinsi lain. Bahkan BUMN seperti Perum Bulog pun kerap kali meminta bantuan kepada Food Station.  

“Pak Mentan pernah datang ke sini, bisikin saya, ‘Kalau Pak Arief (Food Station) ada di 34 provinsi maka selesai urusan (pangan) kita.’ Dan hari ini saya [rencananya] meeting dengan anak buahnya,” cerita dia.

BACA JUGA:   Ini Ungkapan Bangga TOP Pembina BUMD 2020 di IG Pribadinya

“Sebelumnya juga Pak Rizal Ramli (ekonom senior dan mantan menteri) pernah datang ke sini, bilang kalau ini ada di 12 provinsi maka selesai urusan pangan di negeri ini’. Intinya banyak tokoh nasional yang mengapresiasai kinerja kita,” lanjut dia.

Untuk itu pihaknya, kata Arief, siap menjadi role model perusahaan lain dan siap jika sistemnya harus di-copy paste atau ditiru oleh perusahaan lain. Makanya, beberapa kali Food Station menjalin kerja sama dengan BUMN pangan, tak hanya Bulog ada juga Perhutani, Perindo, dan lainnya.

Kinerja yang apik itu juga tercermin dalam kinerja keuangan yang positif. Sepanjang 2019 lalu, total pendapatannya mencapai Rp2,1 triliun, dan total perdagangan mencapai Rp2,1 triliun, dengan perdagangan yang berasal dari operasi pasar sebesar Rp377,6 miliar. “Untuk perdagangan operasi pasar ini untuk menjaga harga dan inflasi, jadi tidak menghasilkan marjin,” tandasnya.

Kemudian untuk perdagangan dari pasar modern juga mencapai Rp420,2 miliar, sedang dari perdagangan tradisional sebesar Rp1,7 triliun. Sehingga perseroan mencatatkan laba operasional sebesar Rp72,1 miliar dan laba bersih sebanyak Rp70,7 miliar.

Untuk kontribusi perdagangan, kata dia, sebanyak 98,1% berasal dari lini perdagangan dan hanya 1,9% saja dari sektor property. Sementara kontribusi penjualan terbesar dari perdagangan tradisional sebanyak 62%, operasi pasar 18%, perdagangan modern 20%. Adapun untuk kontribusi penghasilan dari komoditasnya, beras masih yang tertinggi mencapai 61,10%, lalu susu (14,42%, telur (6,95%), dan lainnya.

Keberhasilan itu tak lepas dari produk-produk baru yang dihasilkan. Baru-baru ini, Food Station mengeluarkan produk beras kemasan baru dengan nama brand-nya Sriwangi dan Jasmine.

Kehebatan lainnya adalah, perseroan juga memiliki dua mesin pengolahan beras. Yang terbaru adalah Cipinang 2nd RMU Food Station yang beroperasi 20 Desember 2018 lalu. Dengan kapasitas produksi beras sebanyak 4.000 ton per bulan atau 5 ton per jam.

BACA JUGA:   PT BPR Simpang Empat Banjar Sejahtera Pengungkit Ekonomi Banjar

Dan yang tak kalah fenomenal lainnya adalah, adanya ATM Beras. Dengan kondisi itu maka di DKI Jakarta tercipta zero hunger, selain itu juga untuk memberikan bantuan pagan pada masyarakat yang belum mendapatkan bantuan sosial apapun dari DKI Jakarta. “ATM B ini tersebar di lima wilayah DKI, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara,” jelas Arief.

Dalam pandemic Covid-19 ini, imbuhnya, peran Food Station juga sangat sentral. Untuk penyaluran bantuan sosial, antara lain, pihaknya sudah menyiapkan 1.260 ton beras dan yang sudah disalurkan sebanyak 376 ton.

Tags: bumdfood station tjipinang jayaTOP BUMD Awards 2020
Previous Post

IHSG Terangkat hingga 0,57 Persen

Next Post

One Day Service Perumda Air Minum Kota Magelang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR