Jakarta, TopBusiness—Tunas Ridean mencatatkan bahwa laba grup pada kuartal pertama 2020 turun 22%. Hal ini disebabkan oleh melemahnya kontribusi dari bisnis otomotif, bisnis pembiayaan, dan bisnis sewa. Hal itu mencerminkan kondisi perdagangan yang turun di semua unit bisnis.
“Hal tersebut kemudian diperburuk oleh dampak Covid-19 sejak kasus pertama di Indonesia dikonfirmasi pada bulan Maret,” kata Direktur Utama Tunas Ridean, Rico Setiawan, di Jakarta hari ini, melalui keterangan tertulis.
Pihaknya akan memantau dengan cermat perkembangan wabah Covid-19 dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampaknya pada bisnis grup, sejauh dan sebisa mungkin.
Pendapatan bersih grup Tunas Ridean untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2020 sebesar Rp 3,2 triliun, turun 11% dari tahun sebelumnya. Sementara laba yang diatribusikan kepada pemegang saham Rp 125,0 miliar: turun 22%. Laba per saham juga turun 22% menjadi Rp 22.
Ilustrasi: Istimewa
