Jakarta, TopBusiness – PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebagai salah satu Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang mengelola sejumlah tol di Jabodetabek mencatat penurunan jumlah volume kendaraan di sejumlah ruas tol yang dikelola perseroan. Penurunan itu terjadi setelah ada pengendalian transportasi pada musim mudik Lebaran tahun ini.
Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Dwimawan Heru mengungkapkan, penurunan lalu lintas tersebut di antaranya terjadi di sejumlah Gerbang Tol (GT) di Jalan Tol Jasa Marga Group, yakni GT Cikampek Utama 1 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang, GT Cikupa Jalan Tol Jakarta-Tangerang-Merak dan GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi.
Dia merinci, di GT Cikampek Utama 1 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, sebanyak 11.355 kendaraan meninggalkan Jakarta menuju arah Timur (Jalan Tol Trans Jawa). Jumlah ini turun 59% dari sebelum diberlakukan pengendalian transportasi. Sementara di GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang, sejumlah 9.977 kendaraan meninggalkan Jakarta menuju arah Timur (Bandung/Cileunyi).
“Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 40% dari sebelum diterapkan pengendalian transportasi,” ujar Heru dalam siaran pers tulisnya seperti dikutip, Senin (27/4/2020).
Begitu pula di GT Cikupa Jalan Tol Jakarta-Tangerang-Merak. Di mana sebanyak 20.333 kendaraan meninggalkan Jakarta menuju arah Barat. Yang artinya angka tersebut turun 37% dari sebelum dilakukan pengendalian transportasi. Termasuk yang terjadi di GT Ciawi 1 Jalan Tol Jagorawi.
Jasa Marga mencatat sebanyak 12.134 kendaraan meninggalkan Jakarta menuju arah Selatan. Turun sebesar 36% bila dibanding dengan sebelum pengendalian transportasi diberlakukan. “Jasa Marga mendukung pelaksanaan pengendalian transportasi di jalan tol selama masa mudik Idul Fitri 1441 H,” kata Heru.
Jasa Marga mengimbau kepada masyarakat agar menaati peraturan yang ditetapkan Pemerintah terkait pelarangan mudik ini untuk menekan penyebaran Covid-19.
