Jakarta, TopBusiness—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diprediksi bergerak flat. Hal itu karena keminiman sentimen dari bursa domestik, atau pun dari bursa global. Hal tersebut dipaparkan dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia, yang dipublikasikan pagi ini.
Dijelaskan, bursa saham AS pada perdagangan semalam ditutup dengan kecenderungan turun. Dow Jones flat -0,13%,; sedangkan S&P500 melemah -0,52%; dan Nasdaq -1,40%. Pelemahan mayoritas terjadi di perusahaan teknologi.
Para pelaku pasar sedang menanti rilis laporan keuangan yang akan selesai dalam minggu ini. Dikhawatirkan, emiten-emiten melaporkan kinerjanya tidak sesuai harapan.
Sentimen positif masih datang dari sudah adanya pembukaan sebagian aktivitas ekonomi di wilayah Alaska, Georgia, South Carolina, Tennessee, dan Texas, sejak Senin kemarin.
Selain itu, masih menurut riset harian tersebut, investor juga menunggu hasil FOMC meeting yang menentukan suku bunga AS serta sinyal arah ekonomi AS dan apakah ada stimulus lanjutan untuk membuat ekonomi AS bergerak kembali. Di sisi lain, dalam satu-dua hari kedepan akan dirilis pula indikator penting ekonomi seperti Advanced GDP dan unemployment claims.
Dari pasar komoditas, harga minyak Brent naik +2,3% ke level USD 20,5/barel. sedangkan kontrak WTI bulan Juni masih turun -3,4% ke level USD 12,3/barel. Volatilitas pergerakan harga minyak sudah mulai mereda dengan adanya pembukaan sebagian ekonomi AS yang memungkinkan terjadinya kenaikan permintaan minyak.
Pagi ini pasar Asia bergerak dengan kecenderungan flat, Indeks Kospi dibuka +0,05% dan ASX +0,17%, sedangkan Nikkei libur.
Ilustrasi: Istimewa
