Jakarta,TopBusiness—BPR Bank Bantul (Daerah Istimewa Yogyakarta) mencatatkan tren kenaikan perolehan DPK (dana pihak ketiga) untuk tahun 2019. Untuk tabungan, perolehan DPK pada tahun 2019, naik sebesar 10,5% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Sementara itu, kenaikan perolehan deposito untuk periode yang sama, sebesar 8,13%,” demikian dijelaskan oleh Direktur Utama BPR Bank Bantul, Aristini Sriyatun, belum lama ini, dalam teleconference dengan Dewan Juri Top BUMD 2020.
Aristini menjelaskan bahwa perolehan dana tabungan di Bank Bantul untuk tahun 2019, di Rp 169.768.233.000. Angka ini 108,07% dari target yang senilai Rp 157.085.637.000.
Kemudian, perolehan dana deposito di tahun 2019, ada di Rp 190.469.745.000. Sedangkan angka target lebih rendah yakni sebesar Rp 185.561.593.000. Maka, angka perolehan tersebut 102,65% dari yang ditargetkan.
Ia pun menjelaskan pula bahwa, nilai kredit disalurkan untuk tahun 2019, sebesar Rp 409.286.511.000. Angka tersebut naik 10,87% daripada di tahun 2018, yang sebesar Rp 369.174.275.000.
Lebih lanjut, Aristini menjelaskan sejumlah hal tentang pengelolaan HC (human capital) di Bank Bantul. Antara lain, dijelaskan bahwa strategi bisnis perusahaan selalu dimasukkan ke dalam penilaian individu, agar ada suatu keselarasan. “HC merupakan aset utama perusahaan untuk menjaga kesinambungan dan peningkatan bisnis. Profesionalisme dan produktivitas tinggi, diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan HC,” kata Aristini lagi.
Dalam hal keselarasan kinerja individu dengan strategi bisnis, ada sejumlah hal yang digelar Bank Bantul. Antara lain, membangun kompetensi karyawan melalui mekanisme pendidikan dan pelatihan.
Selanjutnya, Bank Bantul membangun lingkungan kerja yang kondusif dan kompetitif bagi HC, untuk mendorong kinerja terbaik. “Bank Bantul juga mendukung tercapainya kesejahteraan karyawan melalui penerapan imbal jasa yang adil dan transparan,” ucap Aristini.
