Jakarta, TopBusiness – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), emiten ritel dengan brand Alfamart dan Alfamidi menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan RUPS Luar Biasa (RUPSLB). RUPST sendiri digelar di Kantor Pusat Alfamart Tangerang, Banteng, Kamis (14/05/2020).
Untuk agenda utama RUPST tersebut adalah persetujuan Laporan Tahunan dan pengesahan Laporan Keuangan Tahunan Perseroan untuk tahun buku 2019. Selanjutnya juga penggunaan laba bersih perseroan, penunjukan dan penetapan honorarium akuntan publik yang akan mengaudit pembukuan perseroan untuk tahun buku 2020, serta persyaratan lain sehubungan dengan penunjukan akuntan publik tersebut.
“Selain itu juga perubahan pengurus Perseroan, penentuan honorarium dan tunjangan lainnya dari anggota Dewan Komisaris Perseroan dan juga Direksi Perseroan serta RUPS LB membahas mengenai persetujuan atas perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan,” kata Hans Prawira, Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.
Namun ternyata di agenda tersebut tak ada rencana pembagian dividen bagi pemegang sahamnya. Padahal kinerja perseroan sepanjang 2019 itu relative positif. Dengan pendapatan neto konsolidasian dari perseroan dan enitas anak mencapai Rp72,94 triliun atau naik sebesar 9,16% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp66,82triliun.
“Denagn laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat sebesar 71,12% menjadi Rp1,11 triliun dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar Rp650,14 miliar. Hal ini merupakan kinerja perseroan yang luar biasa selama 2019,” katanya.
Peningkatan laba bersih untuk tahun berjalan didorong oleh peningkatan margin laba kotor, pengelolaan biaya operasional yang lebih baik yakni melalui banyak program efisiensi, peningkatan pendapatan operasional lainnya, terutama penghasilan fee based yang tumbuh sebesar 30% (YoY), dan berkurangnya pembayaran biaya bunga.
Hans juga menjelaskan, pertumbuhan gerai perseroan dan entitas anak sepanjang 2019 tumbuh sebanyak 839 gerai. Sehingga total gerai menjadi 16.133 (2018 sebanyak 15.294) yang terdiri dari 14.310 gerai perseroan (2018 ada 13.679) dan gerai entitas anak 1.823 gerai (2018 ada 1.615).
Selama 2019, pertumbuhan jumlah gerai perseroan dan entitas anak mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, tinjauan terhadap kinerja gerai yang sudah ada, termasuk menutup gerai dengan kinerja tidak baik terus dilakukan secara konsisten.
“Sebagai upaya memperkuat pertumbuhan jaringan gerai, perseroan dan entitas anak juga meningkatkan layanan gudang melalui perbaikan proses bisnis dan layout gudang. Hingga tahun 2019, Perseroan mengelola 32 gudang dan entitas anak mengelola 10 gudang,” ujar Hans.
Di 2020 ini, perseroan memandang optimis prospek industri maupun prospek usaha secara umum. Walau tak dapat dipungkiri, semua orang cemas dengan dampak Covid-19 terhadap bisnis dan untuk berapa lama virus tersebut akan memberikan dampak.
