Jakarta, TopBusiness – Ketua Harian Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH), Mercy Simorangkir menyebut, pihaknya melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan the ASEAN Financial Innovation Network (AFIN) untuk membangun kemitraan strategis jangka panjang dalam rangka peningkatan kerja sama dalam hal-hal yang menjadi kepentingan bersama terkait dengan industri FinTech.
AFIN merupakan organisasi nirlaba pada tahun 2018 oleh ASEAN Bankers Association (ABA), International Finance Corporation (IFC), lembaga keuangan internasional Kelompok Bank Dunia, dan Monetary Authority of Singapore (MAS). Adapun AMTD Foundation dan Mastercard adalah anggota perusahaan pendiri AFIN.
Menurutnya, kerjasama ini menempatkan AFTECH dan AFIN di jalur baru. Dengan keduanya bekerja lebih kolaboratif untuk memfasilitasi inovasi dan kerja sama antara lembaga keuangan dan FinTech. Ini juga sebagai upaya mentransformasi sektor perbankan dan keuangan secara digital di seluruh kawasan ASEAN dan seterusnya untuk mendorong inklusi keuangan.
Sejauh ini, Covid-19 telah mempengaruhi seluruh aspek berkegiatan masyarakat dengan cara yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Ekonomi di seluruh dunia mengalami dampak signifikan dan beberapa penelitian telah menunjukkan perlambatan ekonomi, khususnya di Indonesia.
“Oleh karenanya, MoU ini juga akan menjadi dasar AFTECH dan AFIN dalam berkolaborasi untuk meningkatkan kesadaran industri FinTech akan Dana Solidaritas AMTD ASEAN. Tujuannya agar pemulihan industri FinTech berjalan beriringan dengan penanganan COVID-19,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (14/5/2020).
AMTD Group dan AMTD Charity Foundation bermitra dengan AFIN untuk mengumpulkan dana solidaritas sejumlah 50 juta dolar Singapura. “AFTECH menyadari untuk dapat mengatasi dampak negatif pandemi Covid-19 terhadap perekonomian nasional, kita perlu bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan dan lapisan masyarakat yang terkait,” jelasnya.
Untuk memfasilitasi dan mendukung anggota AFTECH selama pandemi, pihaknya terus meningkatkan dan memperkuat upaya advokasi dengan regulator, terutama dalam upaya kolaboratif untuk mengurangi dampak negatif dari pandemi terhadap perekonomian Indonesia. Ke depannya, AFTECH juga memperkuat komunikasi dan kolaborasi di antara anggota untuk membantu masyarakat dalam menghadapi situasi ekonomi saat ini.
Prospek ekonomi digital Indonesia tetap menjanjikan. Menurut laporan Google, Temasek dan Bain & Company berjudul e-Conomy SEA 2019, nilai ekonomi digital Indonesia akan memimpin di Kawasan Asia Tenggara dengan kenaikkan lebih dari tiga kali lipat menjadi US$ 130 miliar pada tahun 2025. Peran dan kontribusi FinTech terhadap perekonomian Indonesia pun akan terus meningkat.
“Kami percaya, FinTech akan dapat mendorong inklusi keuangan, pendapatan, dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. AFTECH berharap kerjasama dengan AFIN akan mendukung inklusi keuangan Indonesia melalui inovasi keuangan digital,” pungkasnya.
Foto: Ilustrasi salah satu pelaku fintech (Istimewa)
