Jakarta, TopBusiness – PDAM Kota Gorontalo terus berinovasi dan melakukan sejumlah langkah terobosan guna memberikan pelayanan air yang prima kepada masyarakat serta meningkatkan kinerja bisnis perusahaan. Pandemi virus Corona atau Covid-19 yang terjadi saat ini tidak mengendurkan semangat manajemen BUMD milik Pemerintah Kota Gorontalo ini untuk mewujudkan program-program kerja perusahaan.
Dalam materi presentasi Penjurian TOP BUMD Awards 2020 yang mengambil judul “PDAM Menuju Era 4.0”, Direktur Utama PDAM Kota Gorontalo Isman Darise menjelaskan ada dua rencana program yang akan diwujudkan PDAM Kota Gorontalo. Pertama adalah Program Tahunan dengan tujuan untuk mempertahankan kinerja sehat perusahaan dan peningkatan kinerja keuangan.
Untuk mempertahankan kinerja perusahaan, ada beberapa program kegiatan yang dilakukan manajemen tahun 2020 ini seperti uji kualitas air, peningkatan kompetensi pegawai dan penggantian meter air pelanggan.
“Setiap tahun kami menargetkan penggantian meter air pelanggan untuk 5.000 unit sambungan rumah (SR) dengan alokasi anggaran mencapai Rp 1,75 miliar,” ujar Isman dalam presentasi penjurian TOP BUMD Awards 2020 yang dilakukan melalui aplikasi Zoom, Kamis (14/5/2020).
Untuk proram kegiatan terkait peningkatan kinerja keuangan antara lain berupa penambahan 1.000 pelanggan setiap tahun. PDAM Kota Gorontalo juga melakukan reklasifikasi pelanggan serta melakukan penyesuaian tarif sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomer 71/2016 dan Peraturan Wali Kota Gorontalo Nomor 44 Tahun 2019. Sesuai kesepakatan dengan DPRD Kota Gorontalo, penyesuaian tarif ini diputuskan sebesar 62 persen dari tarif lama.
“Dari tahun 2008 kami bertahan dengan tarif lama. Alhamdulillah mulai 1 Maret 2020 ada penyesuaian tarif,” kata Isman.
Tarif rata-rata air di PDAM Kota Gorontalo pada tahun 2019 sebesar Rp 4.438 per meter kubik. Padahal, harga pokok air (standar kehilangan normal) adalah sebesar Rp 4.617 per meter kubik. Ini artinya PDAM Kota Gorontalo merugi Rp 179 per meter kubik. Kerugian PDAM ini bahkan bisa mencapai Rp 622 per meterkubik jika menggunakan yang dipakai ukuran adalah harga pokok air (standar kehilangan air riil) yang mencapai Rp 5.060 meter kubik.
Kondisi ini yang membuat kinerja keuangan PDAM Kota Gorontalo pada 2019 merugi hingga Rp 1,68 miliar. Padahal, tahun 2018 masih untung Rp 1,74 miliar. “Kami tahun lalu rugi karena tingkat penjualan yang statis, di sisi lain beban usaha yang meningkat,” kata Isman.
Dengan penyesuaian tarif tersebut, Isman optimistis kinerja keuangan perusahaan pada 2020 ini bakal membaik, sehingga PDAM Kota Gorontalo bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi ke pelanggan.
Selain program tahunan, PDAM Kota Gorontalo juga memiliki program jangka menengah berupa peningkatan cakupan pelayanan dan perbaikan pelayanan air bersih. Program kegiatan yang dilakukan terkait peningkatan cakupan layanan antara lain penambahan debit hingga 100 liter per detik di Intake Botu dengan anggaran mencapai Rp 5 miliar. Program kegiatan ini diharapkan bisa didanai dari APBN.
Manajemen PDAM Kota Gorontalo juga berencana menambah debit hingga 70 liter per detik untuk Intake Kabila dan penambahan debit air hingga 50 liter per detik untuk Intake Bulotada. Nilai program tersebut masing-masing sebesar Rp 1,6 miliar dan Rp 1,5 miliar dengan sumber pendanaan diharapkan dari APBN dan PDAM sendiri.
Sedangkan program kegiatan yang terkait perbaikan pelayanan air bersih adalah pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan kapasitas 50 liter per detik di Botu dan uprating IPA menjadi 300 liter per detik di Kabila. Anggaran untuk kedua proyek tersebut masing-masing sebesar Rp 7,5 miliar dan Rp 6 miliar dengan sumber pendanaan diharapkan dari APBN.
Pembangunan IPA Bulotadaa
Menurut Isman, salah satu prestasi membanggakan yang dilakukan manajemen PDAM Kota Gorontalo adalah pembangunan IPA Bulotadaa pada tahun 2017. Pembangunan IPA dengan kapasitas 50 liter per detik itu menghabiskan anggaran Rp 10 miliar yang berasal dari internal PDAM, tanpa bantuan dari pihak lain.
Manfaat yang dicapai dari pembangunan IPA tersebut adalah, masyarakat Kota Gorontalo khususnya yang berada di Kecamatan Kota Utara, Kecamatan Sipatana, Kecamatan Kota Tengah dan Kecamatan Dungingi memperoleh pelayanan air bersih dari IPA tersebut.
“Ada keterjaminan pasokan air bersih untuk melayani empat kecamatan di Kota Gorotalo selama 24 jam,” ujar Isman.
Selain itu, ada penambahan potensi pelangan dari penambahan IPA 50 liter/detik sekitar 4.000 SR. Setelah IPA beroperasi, terjadi penambahan sekitar 3.584 SR dari 22.090 (tahun 2017) menjadi 26.550 SR pada 2018.
Keberhasilan PDAM Kota Gorontalo membangun IPA Bulotadaa dari investasi internal ini diapresiasi oleh Walikota Gorontalo. Pemkot Gorontalo memberikan dispensasi penyetoran pendapatan asli daerah (PAD) dari tahun 2016 hingga 2018. Sesuai ketentuan, kontribusi PAD untuk PDAM Kota Gorontalo adalah sebesar sebesar 25 persen dari laba dan 30 persen untuk dana pembangunan.
Saat ini, jumlah pelanggan PDAM Kota Gorontalo sebanyak 27.310 SR. Sedangkan tingkat kehilangan air atau NRW pada 2019 mencapai 27 persen.

Terobosan lain yang dilakukan PDAM Kota Gorontalo terkait pengaplikasian berbagai solusi teknologi informasi (TI) untuk mendukung pelayanan dan kinerja bisnis. Pengembangan teknologi itu antara lain untuk Sistem Informasi Geografis, Sistem Baca Meter Online, Sistem Informasi Kepegawaian, dan Sistem Informasi Kearsipan.
Guna memudahkan pelanggan dan mendukung operasional perusahaan, kata Isman, PDAM Kota Gorontalo menjalin kerja sama dengan pihak lain seperti dengan Bank BRI KCP Agus Salim terkait penerimaan gaji pegawai. Kerja sama dengan Kantor POS Indonesia Cabang Gorontalo terkait piutang MKM dan pembayaran tagihan air.
Selain itu, kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Gorontalo (MoU di bidang Pengawasan Perdata dan Tata Usaha Negara). Lalu, kerja sama dengan Bank SULUTGO untuk Penerimaan Pembayaran Elektronifikasi Tagihan Air). Aplikasi lainnya adalah PPOB serta kerja sama dengan Indomaret, Alfamart, dan lainnya.
Berkat pelayanan yang prima, PDAM Kota Gorontalo berdasarkan survei kepuasan pelanggan yang dilakukan lembaga independen, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) meraih hasil yang memuaskan.
Berbagai inovasi dan terobosan yang dilakukan PDAM Kota Gorontalo membuat BUMD ini meraih berbagai penghargaan nasional. Tahun 2019 lalu, PDAM Kota Gorontalo dianugerahi penghargaan TOP PDAM BUMD 2019 dan TOP CEO BUMD 2019 yang diberikan kepada Isman Darise selaku direktur dari Majalah Top Business bekerja sama dengan Asia Business Research Center. PDAM Kota Gorontalo berdasar penilaian Badan Peningkatan Penyelengaraan Sistem Penyedian Air Minum (BPPSPAM) berada di peringkat 66 dari 366 PDAM seluruh Indonesia. Serta mendapatkan predikat perusahaan efisien dalam PERPAMSI Award sejak 2015 sampai 2017.

As Wr Wbr. Saya Pelanggan PDAM No. 0102096 a/n Mohamad Ali. Semua program pengembangan PDAM demi utk peningkatan kinerja & pelayanan kemasyarakat khusus pengguna jasa PDAM..
Yang tidak diperhatikan oleh pihak PDAM adalah jadwal pembacaan meter. Selama saya menggunakan jasa PDAM, saya tidak pernah tau berapa pemakaian saya rata2 setiap bulan. Saya pernah bayar 8 kubik dan tertinggi 59 kubik. Dari pemakaian yg seperti ini saya mencoba mencatat sendiri. dan datang ke Ktr PDAM bagian pengentrian.
Setelah saya komplin ternyata angka meteran yang menunjuk 3544 yg dicatat pada tgl 06/08/2019, tapi pada catatan harian saya angka tersebut berada pada tg. 28/08/2019. Saya sudah ketemu dgn petugas baca meter namany BUDI, saya tanyakan kepada yg bersangkutan tanggal berapa jadwal pembacaan di kel. Biawu, Jawabnya setiap tgl enam. Saya sudah evaluasi bahwa pemakaian rata2 setiap bulan adala 30 s/d 35 kubik apabila continue pembacaan setiap tgl. 06. Pada rek. April saya bayar adalah 45 kubik, berarti pencatatan sudah 45 har1 atau sudah lebih dari 30 hari. Angka meter tidak berbohong, tetapi saya dirugikan karena blok 1 yg harus saya bayar pd bulan berikut sudah ditagih lebih awal dan masuk pd tagihan blok 2 & 3. Pak Direktur PDAM, saya tidak komplen tentang kenaikan tarif, cuma tolong ditertibkan petugas pembaca meter yang semaunya kapan dian Mau mencatat. Petugas pembaca yg tidak becus dalam tugasnya tolong dibina, diberi penretian, SEmoga pengaduan saya ini berguna pihak PDAM. Wassalam
Dari hasil yang saya temui