TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

HMSP Umumkan Bakal Bagi Dividen Rp119,8 per Saham

Busthomi
18 May 2020 | 21:16
rubrik: Capital Market
HMSP Umumkan Bakal Bagi Dividen Rp119,8 per Saham

Jakarta, TopBusiness – Kinerja dari emiten produsen rokok, PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) sepanjang tahun lalu dan di kuartal I-2020 ini masih postif. Tercatat, sepanjang tahun lalu, Sampoerna membukukan pendapatan bersih sebesar Rp106,1 triliun dan laba bersih sebesar Rp 13,7 triliun. Hal itu karena profitabilitas bertumbuh karena didukung oleh optimalisasi biaya, sehingga menghasilkan margin laba kotor yang lebih baik.

Sejauh ini, perseroan masih mempertahankan posisi kepemimpinannya di pasar Indonesia dengan mencatatkan 32,2% pangsa pasar dan volume penjualan tahunan sebesar 98,5 miliar unit. Sedang untuk pangsa pasar di segmen sigaret kretek mesin sebesar 29,6%, lalu 57,2% pangsa pasar di segmen rokok putih, dan 36,3% pangsa pasar di segmen sigaret kretek tangan. Namun dengan kondisi terssebut, HMSP mencatat untuk volume penjualan mengalami penurunan 2,9%. Lantaran merek Sampoerna A yang berada di bawah tekanan dari selisih harga yang lebih lebar dengan segmen rokok harga rendah.

“Dengan kondisi tersebut, perseroan mengumumkan bakal membagi dividen ke pemegang saham sebesar Rp 119,8 per saham untuk tahun 2019,” kata Mindaugas Trumpaitis, Presiden Direktur Sampoerna, di Jakarta, Senin (18/5/2020).

Sedangkan untuk kuartal I-2020 ini, perseroan melaporkan terjadi peningkatan laba bersih sebesar 1,1% menjadi Rp3,32 triliun dibandingkan tahun lalu. Kondisi ini disebabkan oleh beban biaya operasional yang tidak memberatkan.

“Meski pendapatan Perseroan mengalami sedikit penurunan sebesar 0,5% menjadi Rp 23,7 triliun dikarenakan penurunan volume penjualan rokok, yang diimbangi sebagian oleh kenaikan harga,” katanya. 

Dalam tiga bulan pertama di tahun ini, pangsa pasar dan volume Sampoerna mengalami penurunan menjadi 30,3% dan 20,4 miliar unit. Hal ini terutama disebabkan oleh merek Dji Sam Soe Magnum Mild, yang mencerminkan perokok dewasa lebih memilih untuk membeli merek-merek dengan harga sangat rendah dikarenakan selisih harga yang melebar; penurunan tersebut diimbangi sebagian oleh peningkatan pangsa pasar merek Sampoerna A yang menunjukkan berkurangnya selisih harga dengan merek-merek pesaing yang memiliki harga menengah dan rendah. 

BACA JUGA:   TLKM bakal Konsisten Terapkan Dividend Payout Ratio 60-70 Persen dari Laba Bersih

“Tahun 2020 akan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi industri tembakau karena perekonomian telah menerima pukulan keras dengan adanya pandemi Covid-19. Selain itu, merek-merek kami juga terimbas dengan adanya kenaikan tarif cukai eksesif dengan rata-rata tertimbang sebesar 24%, serta kenaikan harga jual eceran eksesif dengan rata-rata tertimbang sebesar 46%,” terangnya.

Meskipun demikian, kata dia, perseroan menghargai beberapa relaksasi yang diberikan oleh Kementerian Keuangan. Termasuk perpanjangan waktu pembayaran cukai dari 60 hari menjadi 90 hari sejak waktu pemesanan. “Kemudahan tersebut memberi kami kemampuan untuk mengalokasikan dan mengelola sejumlah dana untuk meningkatkan protokol kesehatan dan keselamatan pada aktivitas bisnis kami,” kata Trumpaitis.

Foto: istimewa

Tags: dividenHMSPSampoerna
Previous Post

Bursa Saham Jakarta Selaras Bursa Asia

Next Post

Bloomberg: IPO Tertinggi, tapi Nilainya Mini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR