Jakarta, TopBusiness – Pelaku pasar modal Indonesia tengah menanti kebijakan arah suku bunga. Indeks harga saham gabungan atau IHSG sepanjang hari ini diestimasikan melanjutkan penguatan.
Hasil riset harian sebagaimana dilansir samuel.co.id, di Jakarta, Selasa (19/05/2020), menyinggung bahwa semalam bursa saham Amerika menguat, sebab indeks dow jones positif 3.85%, diikuti S&P 3.15% dan nasdaq +2.44%. Sentimen positif datang dari salah satu perusahaan bioteknologi Moderna yang menyatakan hasil uji klinis pertama vaksin cukup positif yaitu mampu menghasilkan antibodi Covid-19. Kini hasil uji tahap kedua segera dimulai akhir Mei atau Juni. Semalam, saham Moderna, Inc ditutup naik 20%.
Dari Asia, perdagangan kemarin bursa ditutup positif. Seperti, nikkei 0.48%, hang seng 0.58%, Kospi 0.5% dan STI 0.24%. IHSG ditutup flat 0.07% ke level 4,511.1 di tengah net sell asing mencapai Rp 625.8 miliar di pasar reguler. Net sell asing tertinggi masih dicetak oleh perbankan, seperti, BBRI (Rp 278.9 miliar), BBCA (Rp 242.7 miliar), dan BMRI (Rp71.8 miliar). Indeks EIDO kemarin ditutup menguat 3.77% ke level 16.22.
“Dari dalam negeri, hari ini pelaku pasar akan mengamati hasil Rapat Dewan Gubenur (RDG BI) dalam menentukan arah kebijakan suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate,” demikian tertera.
Ekonom Samuel Sekuritas memperkirakan BI akan mempertahankan tingkat suku bunga pada level 4.5%, berlawanan dengan konsensus yang memprediksi BI akan memotong suku bunga sebanyak 25 basis poin menjadi 4.25%.
Pagi ini Indeks Nikkei dibuka dan diperdagangankan di zona positif 2.3% dan Indeks Kospi 0.5%.
Dari pasar komoditas, harga minyak Brent menguat 7.11% ke level USD 34.81 per barel. Harga emas flat 0.03% di level USD 1,733.3. “Kenaikan bursa AS dan regional, kami proyeksi IHSG dapat melanjutkan penguatan,” demikian terlihat.
Foto: Rendy MR
