Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG pada pembukaan perdagangan Rabu (20/05/2020) di Bursa Efek Indonesia masih bertahan di zona hijau. Indeks komposit Jakarta tersebut ke posisi 4.554,49 poin, bertambah 5,83 poin atau setara dengan 0,13 persen.
Pelaku pasar modal di Indonesia terus mencerna perkembangan bursa saham Amerika. Bursa saham Amerika pada perdagangan semalam ditutup melemah setelah dalam beberapa hari sebelumnya mengalami penguatan. Dow jones turun 1,59%, S&P500 1,05% dan nasdaq 0,54%.
Para pelaku pasar mencermati perkembangkan vaksin virus corona meski demikian, percobaan tahap awalnya sudah baik. Investor juga mencermati potensi gelombang kedua wabah virus corona setelah beberapa negara bagian AS sudah mulai kembali melakukan aktifitas ekonominya.
Sentimen negatif lain datang dari Gubernur The Fed, Jerome Powell, yang memberikan tertimoni bahwa The Fed sudah siap untuk menanggung kerugian terhadap skenario-skenario buruk yang mungkin terjadi akibat wabah virus. Pernyataan bernada pesimis tersebut direspon negatif oleh pelaku pasar.
Dari komoditas, harga brent turun 0,10% sedangkan WTI flat 0,08%. Harga minyak masih menunggu dan mengantisipasi kepastian turunnya suplai pada awal Juni dimana para negara produsen minyak akan memangkas produksinya. Harga Emas semalam naik 0,60%.
Dari dalam negeri sendiri yang menjadi perhatian khusus pelaku pasar adalah pemberitaan harga properti bekas di atas Rp 1 miliar turun 30%, dan perpanjangan PSBB hingga 4 Juni 2020 mendatang.
Pagi ini Nikkei dibuka sedikit naik 0,29% sedangkan Kospi flat.
Foto: Rendy MR
