Kinerja MedcoEnergi 2019 Positif

Penulis Albarsyah

Jakarta, TopBusiness – Di tengah kondisi industri perminyakan di Indonesia tertekan dengan pandemic berkepanjangan, tetapi perusahaan Medco energi  menunjukan kinerja positif dalam kurun waktu 2019.

IHTISAR Keuangan menunjukan

•             EBITDA Konsolidasi US$660 juta, pro forma Ophir US$802 juta.

•             Laba Kotor Konsolidasi US$592 juta, pro forma Ophir US$667 juta.

•             Hutang Bersih terhadap EBITDA1 3,4x, pro forma1 Ophir 2,8x.

•             Likuiditas yang kuat dengan kas dan setara kas US$596 juta.

Sementara itu pada Operasional

•             Produksi minyak dan gas 103 mboepd, pro forma Ophir 115 mboepd.

•             Penjualan Tenaga Listrik Medco Power 2.600 GWh.

•             Biaya per unit minyak dan gas US$9,3 per boe.

Pada  21 Mei 2020, PT Medco Energi Internasional Tbk mengumumkan laporan keuangan konsolidasi yang telah diaudit untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.

Dalam keterangan resmi yang diterima redaksi Top Business, Roberto Lorato, CEO, mengatakan, kinerja tahun lalu didominasi oleh keberhasilan akuisisi Ophir Energy plc. “Namun, untuk Tahun 2020, hal utama yang akan diingat adalah penyebaran global Covid-19 dan jatuhnya harga minyak. Respons cepat yang MedcoEnergi lakukan dalam menghadapi tantangan baru ini adalah penerapan protokol ketat untuk memastikan kesejahteraan pekerja kami, serta penangguhan dan efisiensi pengeluaran sebesar lebih dari US$200 juta untuk menjaga kas dan mendukung neraca Perusahaan”, tegas Roberto

Ikhtisar Keuangan

•             Penawaran Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu di 2020, akan diajukan pada Rapat Umum Pemegang Saham pada bulan Juni. Informasi lebih lanjut akan diumumkan secara terpisah.

•             EBITDA US$660 juta, Laba Kotor US$592 juta dengan EBITDA Pro forma Ophir sebesar US$802 juta

•             Akuisisi Ophir secara langsung menambah EBITDA tujuh bulan sebesar US$131 juta setelah dikurangi dengan biaya akuisisi tak berulang sebesar US$35 juta dan biaya integrasi US$10 juta. Pro forma Ophir EBITDA adalah US$238 juta. Sinergi tahunan yang berulang dari akuisisi ini akan di atas US$50 juta.

•             Rugi Bersih sebesar US$27 juta (Rugi Bersih 2018 US$51 juta), dimana laba bersih dari segmen minyak dan gas dan kelistrikan diimbangi dengan rugi yang lebih besar di Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) sebesar US$49 juta.

•             Belanja modal adalah US$313 juta, pro forma US$356 juta, sesuai dengan panduan.

•             Menyelesaikan penjualan beberapa aset non-inti, termasuk Tunisia, Mexico Block 5, melaksanakan monetisasi pinjaman pemegang saham AMNT dan diikuti dengan dilusi lanjutan kepemilikan di AMNT pada 2019 dan 2020.

•             Likuiditas tetap kuat dengan kas dan setara kas sebesar US$596 juta, dengan dana pembayaran obligasi rupiah yang akan jatuh tempo untuk tahun 2020 dan 2021 sudah tersedia di escrow.

•             Peringkat kredit baru-baru ini ditetapkan kembali di level B+ dari Fitch, B+ dari Standard & Poor, B1 dari Moody’s dan A+ dari Pefindo.

•             Rasio Hutang Bersih terhadap EBITDA1 adalah 3,4x, pro forma 2,8x dan di bawah target Hutang Bersih terhadap EBITDA1 3,0x. Hutang Bruto1 adalah US$2,5 miliar.

Ikhtisar Operasional

•             Produksi minyak dan gas 103 mboepd, 115 mboepd proforma Ophir.

•             Biaya tunai per unit US$9,3 per boe, lebih rendah dari acuan Perusahaan.

•             Menyelesaikan pengembangan baru di Bualuang, Thailand dan Temelat, Sumatera Selatan dan pengembangan sub-sea Buntal-5, Blok B Natuna Selatan. Kemajuan pengembangan gas Meliwis di Jawa Timur telah mencapai 90% pada Mei 2020 dan first-gas diperkirakan sesuai target pada pertengahan tahun.

•             Menyelesaikan dengan sukses pengeboran sumur eksplorasi Bronang-2 di Blok B, Natuna Selatan.

•             Medco Power menghasilkan penjualan listrik 2.600 GWh, turun 4% Year on Year karena adanya pemeliharaan tidak terjadwal di Sarulla Geothermal, Sumatera Utara.

•             Kemajuan konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Combined Cycle Riau 275MW mencapai 76%, dan sesuai target untuk beroperasi pada 2021.

•             Medco Power menandatangani dua kontrak Operasi & Pemeliharaan baru dengan PLN di Sulut-1, Sulawesi Utara dan Timor-1, Nusa Tenggara Timur.

•             Medco Power juga memenangkan tender untuk membangun dan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga Surya (PV) dengan kapasitas 2x25MWp di Bali, sementara fasilitas PV dengan kapasitas 26MWp di Sumbawa sudah memulai konstruksi.

•             Produksi AMNT dari stockpile adalah 130,3 Mlbs tembaga dan 56 Koz emas. AMNT terus melanjutkan pengembangan fase 7 dengan produksi pertama pada pertengahan 2020.

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur, mengatakan dirinya bangga, memasuki usianya ke-40. “Perusahaan mengukuhkan kekuatannya menyelesaikan proyek pengembangan Blok A, Aceh dan akuisisi Ophir Energy, sehingga menempatkan MedcoEnergi sebagai perusahaan energi dan sumber daya alam terkemuka di Asia Tenggara. Saat ini, dunia sedang menghadapi masa yang penuh tantangan, dan MedcoEnergi akan terus melakukan apa yang selalu dilakukannya, yaitu beradaptasi dengan lingkungan yang berubah dan terus menghasilkan energi yang aman dan terjangkau bagi negara-negara dimana kami beroperasi,” tegas Hilmi.

Panduan 2020

Dengan pengurangan pengeluaran sebesar US$200 juta, maka panduan untuk 2020 adalah sebagai berikut:

•             Produksi minyak dan gas sebesar 100 – 105 mboepd.

•             Biaya tunai per unit Minyak dan Gas di bawah US$10 per boe.

•             Belanja modal total di bawah US$240 juta.

•             Penjualan listrik sebesar 2.600 GWh.

Foto: Istimewa

BACA JUGA

Tinggalkan komentar