Jakarta, TopBusiness – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyiapkan berbagai langkah pemenuhan likuiditas antisipatif untuk mendorong keberlangusungan mitra Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Perseroan juga telah memperoleh pinjaman luar negeri senilai satu miliar dolar AS dalam skema club loan.
Pinjaman ini ditujukan untuk memperkuat struktur liabilities dan meningkatkan net stable funding ratio, menjaga likuiditas valas sekaligus sumber pendanaan untuk ekspansi kredit.
“Secara korporasi tentunya kami tetap kuat. Kami hanya berharap pelaku UMKM dapat mampu melewati pandemi ini dan memaksimalkan semua asetnya untuk bertahan,” kata Direktur Bisnis Mikro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Supari, Selasa (2/6/2020).
Menurut dia, para pelaku UMKM saat ini sudah menggunakan tabungan sekaligus 20 persen dari modal kerjanya untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Kemampuan bertahan UMKM di tengah pandemi virus corona ini hanya berkisar enam bulan.
Jika pada Agustus tahun ini pelaku UMKM belum dapat beroperasi secara normal, besar kemungkinan banyak yang akan gulung tikar dan membuat tumpukan kredit bermasalah pada perbankan.
Sebab itu, pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) menjadi sangat penting bagi UMKM. “Hanya UMKM ini perlu diberi protokol yang masih memungkinkan mereka beraktivitas,” ujar
Menurutnya perseroan berupaya memberikan keringanan restrukturisasi kepada para debitur UMKM. Namun Supari pun tak mengelak relaksaasi yang diberikan perseroan sekaligus subsidi bunga dari pemerintah hanya untuk memperpanjang napas pelaku UMKM.
“Khusus untuk konstruksi UMKM, tidak ada perbedaan kondisi pada sektor ekonomi ini. Hanya saja, proyek yang diterima pelaku UMKM konstruksi memang sudah sedikit sebelum masa pandemi,” ucapnya.
