TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Indeks Masih di Tren Bullish

Busthomi
4 June 2020 | 08:04
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Ilustrasi harga saham di Bursa Efek Indonesia. FOTO: Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan bakal kembali melanjutkan penguatannya. Untuk itu pelaku pasar mesti teliti dalam mengincar saham-saham yang bakal dikoleksinya.

Menurut analis pasar modal dari Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama IHSG berhasil ditutup menguat signifikan 1,93% di level 4.941,01 pada perdagangan kemarin (3 Juni 2020). Dan secara teknikal, menunjukkan adanya penguatan lanjutan bagi perdagangan IHSG hari ini.  

“Berdasarkan indikator, MACD, Stochastic maupun RSI menunjukkan sinyal positif. Di sisi lain, terlihat beberapa pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG, sehingga berpeluang menuju ke area resistance,” tutur Nafan di Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Dengan kondisi tersebut, berdasarkan rasio fibonacci, support pertama maupun kedua diproyeksi akan berada di kisaran level 4.860,02 hingga 4.891,47. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua diperkirakan akan berada di rentang 4.993,27 hingga 5.056,16.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.

– ASRI, dengan daily (120). Terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada level 114 – 120, dengan target harga secara bertahap di level 123, 132 dan 142. Support: 114 & 105.

– BBTN, dengan daily (1010). Terlihat pola shooting star candle yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham. “Sell on strength” pada area 1010 – 1090, dengan target harga di level 900. Resistance: 1250.

– CPIN, dengan daily (6000). Terlihat pola shooting star candle yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham. “Sell on strength” pada area level 6000 – 6400, dengan target harga di level 5325. Resistance: 6500.

BACA JUGA:   Indeks pada Penutupan Perdagangan Melambung

– INDY, dengan daily (705). Terlihat pola morning star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 650 – 700, dengan target harga secara bertahap di 725, 825, 1055 dan 1285. Support: 650 & 595.

– MYOR, dengan daily (2350). Terlihat pola hanging man candle yang mengindikasikan adanya potensi tekanan jual pada pergerakan harga saham. “Sell on Strength” pada area level 2350 – 2420, dengan target harga di level 2270. Resistance: 2520.

Foto: Rendy MR

Tags: analisihsgproyeksi ihsgproyeksi sahamsahamsaham ihsg
Previous Post

IHSG Mendekati 5.000 Poin

Next Post

Harga Minyak Picu Indeks Komposit Jakarta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR