
Jakarta, businessnews.id — Dari 26 sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) peserta Ujian Nasional Computer Based Tresting (UN CBT), hanya lima yang sudah punya UPS (uninterruptible power supply) sehingga andai listrik mendadak padam, tidak terganggu.
Sudiono, Kepala Sekolah SMKN 6 Jakarta, kepada wartawan mengatakan bahwa itu berdasar data dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
“Bagi sekolah yang belum punya, ada kekhawatiran tentang gangguan itu,“ jelas Sudiono belum lama ini.
Selain listrik, Sudiono juga mengkhawatirkan ketersediaan jaringan internet pada saat pelaksanaan ujian. “Itu ada jaminan tidak terputus selama ujian berlangsung?” kata Sudiono.
Sementara itu praktisi Teknologi Informasi Komputer (TIK) Michael Sunggiardi memberikan penjelasan mengenai keterkaitan UPS-komputerdan pasokan listrik yang stabil. Data-data penting seperti halnya UN CBT bila belum terekam dengan baik dan pasokan listrik mati, maka data-data tersebut bisa hilang.
“Server dan peralatan komputer membutuhkan pasokan listrik yang sinambung agar dapat bekerja dengan optimal, karena komponen komputer terdiri dari komponen aktif yang bekerja berdasarkan listrik statis, di mana akan hilang memorinya kalau listrik mati mendadak karena belum sempat direkam ke hard disk,” kata dia.
Penulis/Peliput: Dadang Subur
Ed/Up: Dhi