
Jakarta, businessnews.id — Pertumbuhan pasar transportasi dan logistik mencapai tingkat pertumbuhan gabungan (CAGR) sebesar 15,2% di tahun 2015. Gopal R, Global Vice President Transportasi dan Logistik di Frost & Sullivan mengatakan di Jakarta (17/3/2015), industri ini diharapkan mencapai rekor tinggi.
Itu dengan pertumbuhan angka ganda selama periode proyeksi karena adanya pertumbuhan perekonomian Indonesia yang didorong oleh kebutuhan domestik.
Gopal berharap peningkatan dari konsumsi di sektor perusahaan swasta, pertumbuhan perdagangan yang lebih tinggi, rendahnya biaya pendanaan eksternal dan harga minyak, serta adanya pembangunan infrastruktur, membuat aktivitas logistik dan transportasi lebih mudah.
Ia juga mengatakan bahwa peningkatan upah buruh akan menjadi upaya penghambat bisnis, termasuk sektor transportasi dan logistik, dalam meningkatkan margin keuntungan perusahaan.
Gopal melanjutkan, keterbatasan investasi infrastruktur pada sektor pelabuhan, bandar udara, dan jalan, tentunya akan menghalangi pergerakan kargo.
Aktivitas Kargo di Indonesia
Lebih dari 1,1 miliar ton total barang diperkirakan mencapai CAGR sebesar 5,4% antara tahun 2010-1015. Bahwa transportasi darat ada
Tegas Gopal, angkutan laut di Indonesia terus mendominasi dengan perhitungan 97,1% dari keseluruhan kargo di tahun 2014, dan diharapkan untuk mengalami pertumbuhan sebesar 5,1% di akhir tahun 2015.
Sementara pengiriman barang dengan kereta api, khususnya di Jawa, meningkat dengan cepat disebabkan oleh adanya proyek rel ganda. Lebih dari 55% dari 29 juta ton yang ditangani pada tahun 2014 didominasi oleh batubara dari Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Kontributor utama angkutan kereta api berasal dari Sumatera Selatan sebesar 65,1% dan Jawa sebesar 23,2%,” kata dia.
Sektor transportasi dan logistik Asean berkembang dengan pesat, hal ini dipicu oleh adanya pertumbuhan ekonomi regional.
“Pertumbuhan di negara Asean diproyeksikan memiliki pertumbuhan rata-rata sebesar 7,9% persen di mana ekspor memainkan peran yang lebih besar, dan permintaan domestik yang diharapkan lebih menengah,” kata dia.
Penulis/Peliput: Albarsah
Ed/Up: Dhi