TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Proyeksi Indeks Masih di Tren Bullish

Busthomi
9 June 2020 | 07:37
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Ilustrasi harga saham di Bursa Efek Indonesia. FOTO: Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan melanjutkan penguatannya. Hal ini karena masih ada sinyal positif yang ikut menopang tren apresiasi Indeks.

Menurut analis pasar modal dari PT Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta, IHSG berhasil ditutup menguat signifikan 2,48% di level 5.070,56 pada 8 Juni 2020. Berdasarkan indikator, MACD, Stochastic maupun RSI tetap menunjukkan sinyal positif.

“Ditambah lagi, di sisi lainnya, masih terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation (penguatan lanjutan) pada pergerakan IHSG, sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat,” tandas dia di Jakarta, Selasa (9/6/2020).

Berdasarkan rasio fibonacci, kata dia, untuk support pertama maupun kedua memiliki range pada level 4.975,54 hingga 4.865,27. Sementara itu, untuk resistance pertama maupun kedua akan berada di kisaran 5.172.37 hingga 5.233,17.

Untuk itu, berikut sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain adalah:

– ADHI, dengan daily (660). Terlihat beberapa pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 635 – 665, dengan target harga secara bertahap di level 695, 805 dan 915. Support: 610.

– BEST, dengan daily (132). Terlihat pola spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham. “Sell on Strength” pada area level 132 – 134, dengan target harga di level 120. Resistance: 147.

– INCO, dengan daily (3.000). Terlihat pola bearish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan harga saham. “Sell on Strength” pada area level 3000 – 3190, dengan target harga di level 2740. Resistance: 3350.

BACA JUGA:   Produksi Terkerek 5 Persen, SBMA Kantongi Beberapa Tender Baru

– INDF, dengan daily (6.200). Terlihat pola bearish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham. “Partial Sell” pada area level 6200 – 6300, dengan target harga di level 5850. Resistance: 6575.

– MNCN, dengan daily (1.010). Terlihat pola shooting star candle yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham. “Partial Sell” pada area level 1010 – 1070, dengan target harga di level 995. Resistance: 1160.

– PPRE, dengan daily (212). Terlihat pola bearish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham. “Sell on Strength” pada area level 212– 224, dengan target harga di level 175. Resistance: 248.

– TINS, dengan daily (615). Terlihat beberapa pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 590 – 620, dengan target harga secara bertahap di level 650, 810 dan 970. Support: 580 & 525.

Foto: Rendy MR

Tags: analisihsgproyeksi ihsgproyeksi sahamsaham
Previous Post

IHSG Melonjak 122 Poin

Next Post

RUPSLB Acset Sepakati Penerbitan Rights Issue II

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR