TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Analis: Cadev Bisa Angkat IHSG

Busthomi
15 June 2020 | 09:50
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Ilustrasi harga saham di Bursa Efek Indonesia. FOTO: Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Analis pasar modal Hans Kwee memproyeksi selama sepakan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih kuat dipengaruhi oleh sentiment global, terutama kondisi di Amerika Serikat. Namun begitu, sentiment positif dari dalam negeri dan diperkirakan bisa membawa Indeks ke zona hijau adalah penguatan cadangan devisa (cadev).

“Di pasar global, sentiment pasar keuangan dunia sempat kawatir gelombang kedua Covid 19 di tandai kenaikan kasus di California, Texas dan Arizona. Apalagi kekawatiran penyebaran virus juga ditambah aksi demontrasi protes atas kematian George Floyd berpotensi menaikan kasus infeksi korona baru ini,” kata Hans di Jakarta, Senin (15/6/2020).

Menurutnya, pada akhir pekan pasar berhasil rebound dari tekanan ditandai naiknya saham perusahaan yang kinerjanya bergantung pada pembukaan kembali ekonomi berhasil menguat. Dan dengan harapan gelombag ke dua tidak akan parah dan janji tidak ada penutupan ekonomi lagi oleh Menteri Keuangan Steven Mnuchin.

Sementara untuk nada pisimis dari The Fed terkait pemulihan ekonomi yang butuh waktu dan potensi penurunan ekonomi Amerika Serikat juga menjadi sentiment negative pasar. Ditamah adanya prediksi Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan ( OECD) dan Bank Dunia yang menujukan ekonomi masih akan menghadapi pertumbuhan negative menjadi sentiment negative bagi pasar karena menandakan potensi perlambatan laba korporasi.

“Namun untungnya, Bank Sentral Amerika juga akan mempertahankan suku bunga tidak berubah dan memperkirakan tidak akan melakukan kenaikan sampai tahun 2022 menjadi kabar baik bagi pasar negara berkambang termasuk Indonesia. Likuditas dolar akan sangat cari,” jelasnya.

Ditambah lagi, kata dia, dari dalam negeri kenaikan cadangan Devisa memberika indikasi aliran dana asing yang kembali ke pasar Indonesia dan Transisi PSBB menjadi sentiment positif.

BACA JUGA:   Lippo Karawaci Catatkan Pendapatan Rp 5,3 Triliun

“Dengan kondisi tersebut, IHSG kami perkirakan berpeluang menguat pekan depan dengan kecenderungan menguat di awal pekan dan berpeluang koreksi di akhir pekan. IHSG bergerak dengan support di level 4800 sampai 4712 dan resistance di level 4969 sampai 5139,” pungkas Hans.

Foto: Rendy MR

Tags: analiscadevihsgproyeksi ihsgproyeksi sahamsaham
Previous Post

67% Konsumen Niat Kunjungi Mal Pasca-PSBB

Next Post

Valvoline Jalin Kerjasama dengan Sevilla FC

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR