Jakarta, TopBusiness – Kendati kinerja ekspor Indonesia pada Mei 2020 menurun, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada kenaikan nilai ekspor ke sejumlah negara. Berdasarkan negara tujuannya, ekspor Indonesia ke Australia naik US$ 46,2 juta, Mesir naik US$ 21,9 juta, dan Spanyol naik US$ 15,7 juta.
Sedangkan ekspor Indonesia ke Singapura turun hingga US$ 335,8 juta, Jepang turun US$ 215,7 juta, dan Amerika Serikat turun US$ 206,6 juta.
Sepanjang Mei 2020, Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, ekspor Indonesia sebesar US$ 10,53 miliar, turun 13,4 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebesar US$ 12,16 miliar dan merosot 28,95 persen dari periode sama tahun lalu sebesar US$ 14,83 miliar.
“Meski ekspor migas naik sebesar 15,64 persen dari US$ 560 juta, namun ekspor nonmigas mengalami kontraksi sebesar 14,81 persen dari US$11,6 miliar,” kata Suhariyanto dalam video conference di Jakarta, Senin (15/6/2020).
Jika dibandingkan Mei tahun lalu, ekspor pada Mei 2020 turun dari US$14,83 miliar. Penurunan terjadi karena ekspor migas yang turun 42,64 persen menjadi hanya US$ 650 juta sedangkan ekspor nonmigas turun 27,81 persen menjadi USD9,88 miliar.
“Kalau kita perhatikan pergerakan ini dengan saat Idulfitri pada Juni 2019, ekspor selalu turun pada bulan Idulfitri. Kalau sebelumnya karena banyaknya libur panjang tapi pada Mei 2020 ini karena banyak sekali WFH dan pengurangan aktivitas karena physical distancing,” jelas dia.
Hampir seluruh sektor mengalami penurunan ekspor, kecuali ekspor migas yang naik 15,64 persen dari bulan lalu menjadi USD650 juta. Namun ekspor migas pada Mei 2020 mengalami penurunan drastis hingga 42,64 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
Untuk ekspor pertanian tercatat US$ 240 juta turun 16,97 persen (mtm) dan turun 25,48 persen (yoy), industri pengolahan US$ 8,31 miliar turun 14,92 (mtm) dan turun 25,9 persen (yoy), serta pertambangan dan lainnya USD1,33 miliar turun 13,7 persen (mtm) dan turun 38,11 persen (yoy).
Secara kumulatif sejak Januari hingga Mei 2020, ekspor Indonesia tercatat sebesar US$ 64,46 miliar. Realisasi ekspor tercatat turun dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 5,96 persen dari US$ 68,54 miliar, dengan ekspor nonmigas turun 3,5 persen dari US$ 63,18 miliar menjadi US$ 60,97 miliar.
