TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pelindo III Siap Integrasikan GRC

Achmad Adhito
15 June 2020 | 14:33
rubrik: GCG
Pelindo III Siap Integrasikan  GRC

Foto dari udara terlihat sejumlah kapal berada di Dermaga Internasional Terminal Petikemas Surabaya

Jakarta, TopBusiness—PT Pelindo III (Persero) sudah tiga tahun belakangan ini mengintensifkan praktik GRC. Dan saat ini, Pelindo III masuk dalam fase penting tertentu.

“Yakni, kami mencoba mengintegrasikan GRC,” kata Vice President System and Risk Management Pelindo III, Dedy Rudijanto, dalam presentasi melalui internet, kepada Dewan Juri Top GRC 2020, suatu ajang penilaian-penghargaan untuk penerapan GRC, yang digelar Majalah TopBusiness bekerja sama dengan sejumlah lembaga.

Dedy mengatakan bahwa dalam integrasi itu, pihaknya berkoordinasi dengan SPI (Satuan Pengawasan Intern) dan corporate secretary. “Dalam hal ini, kami menginginkan adanya tools yang bisa menyatukan dan mengintegrasikan input dengan output,” Dedy menjelaskan.

Kini Pelindo III sedang meninjau modul-modul GRC yang ada pada setiap unit. Dan nantinya akan tinggal mengintegrasikan semua itu.

“Ada sebuah contoh mengenai integrasi. Yaitu, ketika SPI punya program audit, itu akan bisa melihat input dan output risiko,” kata Dedy.

Dedy pun menjelaskan bahwa dalam praktik GCG, Pelindo III sudah tentu mengacu kepada standar-standar yang diterapkan untuk BUMN. “Kami sudah ada scoring terhadap dua hal. Yaitu persisnya dalam penilaian GCG dan risk maturity level,” papar Dedy.

Dalam GCG, ada saling dukung antara RUPS (rapat umum pemegang saham), dewan komisaris, serta dewan direksi. Tiga lini itu saling mendukung, kata Dedy.

Sebagai figur utama pengambil keputusan kunci bagi Pelindo III, direktur utama sudah mengacu kepada pedoman-pedoman risiko dan lain-lain sejenis. “Kami bekerja berdasarkan konsep three line of defence,” Dedy menjelaskan lagi.

Dalam kesempatan itu, salah satu juri ahli yang hadir yakni Thendri Supriatno, merekomendasikan agar selain berupaya membuat infrastruktur GRC yang bagus, Pelindo III pun memerhatikan aspek lain. “Yakni, adakah manfaat dari GRC seperti adanya kecepatan pengambilan keputusan, dan lain-lain,” kata dia.

BACA JUGA:   Gelar Risk and Governance Summit 2025, OJK: Penguatan GRC Dukung Asta Cita

“Dulu, ada rasa skeptis bahwa GRC itu kurang berfungsi. Hanya membuat rasa takut. Tetapi sebenarnya kan GRC itu mengurangi fraud, menimbulkan efisiensi, dan lain-lain. Jadi, value added seperti ini, sangat penting diperhatikan oleh semua perusahaan yang menerapkan GRC,” papar Thendri.

Keterangan Foto: Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya), Salah Satu Pelabuhan Kelolaan Pelindo III

Sumber Foto: Wikipedia

Tags: gcggrcpelindo III
Previous Post

OJK Bantah Kookmin Bank Batal Jadi PSP Bukopin

Next Post

Pakar: MBR Informal Bukan Beban Tapera

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR