TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Komitmen BUMN Kembangkan UMKM Go Digital

Agus Haryanto
15 June 2020 | 15:47
rubrik: BUMN
Komitmen BUMN Kembangkan UMKM Go Digital

Jakarta, TopBusiness – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) turut mendorong dan memberikan pembinaan sektor  Mikro Kecil dan Mnengah (UMKM) untuk dapat mengembangkan dan meningkatkan pemasarannya dengan mengunakan keungulan teknlogi digital (CT).

Peningkatan pemasaran digital ini sudah menjadi kewajiban seluruh sektor usaha menerapkan Digital Marketing ini, khususnya bagi pelaku UMKM. Inisiatif BUMN akan membengun pasar digital bagi pelaku UMKM di negeri ini. Dimana sector Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sector yang  cukup  memegang  peranan  penting  bagi  perekonomian  Indonesia. 

Dari  64,2  juta UMKM yang ada, tercatat kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia lebih dari 60%. Namun menurut Kementerian Koperasi & UKM, baru sekitar 8 juta UMKM yang sudah menerapkan strategi marketing secara online. Go online  memang sudah terdapat peningkatan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. BUMN yang memiliki peran  sebagai agent of development, terus berupaya mendukung pengembangan  UMKM  melalui  berbagai inisiatif  maupun  sinergi  dengan  instansi  atau lembaga lainnya.

Berdasar hasil inventarisir belanja  BUMN baik belanja modal maupun operasional (Capex dan Opex), tahun 2019 tercatat Rp  32,5 triliun belanja pada sektorUMKM yang dilakukan Top 30 BUMN berdasar total aset.

Memperhatikan  hal  tersebut,  Kementerian  BUMN  menilai  jumlah  belanja  BUMN  pada UMKM masih bisa dioptimalkan. Oleh karenanya disusunlah suatu inisiatif pengembangan UMKM  yaitu  membentuk  suatu  ekosistem  Pasar  Digital  UMKM  yang  diberi  nama  PaDi UMKM.

PaDi  UMKM  merupakan  sebuah platform digital  yang  mempertemukan  UMKM  dengan BUMN guna mengoptimalkan,  mempercepat  dan  mendorong  efisiensi  transaksi  belanja BUMN pada UMKM, serta memperluas dan mempermudah UMKM mendapatkan akses pembiayaan.

Di samping itu bagi Kementerian BUMN, platform tersebut akan membantu monitoring belanja BUMN pada UMKM. Melalui platform PaDi UMKM, BUMN  dapat  melakukan  belanja  secara  digital  sehingga lebih  cepat,  transparan,  dan  meningkatkan  efisiensi. 

BACA JUGA:   Operasionalkan Sejumlah Ruas Tol Baru, HKA Kejar Target Pendapatan hingga Rp 1,5 T

Dengan masuknya UMKM dalam ekosistem PaDi UMKM, tentunya dapat memperluas jaringan secara online, meningkatkan penjualan atas peningkatan transaksi, serta menjadi suatu experience dalam memasuki dunia  transaksi  digital.

Selain itu,  UMKM  juga  akan  mendapatkan  kemudahan  akses pembiayaan dari BUMN yang  artinya juga  membawa  dampak  pada  peningkatan penyaluran kredit bagi BUMN penyalur pembiayaan.

Pada  kesempatan  yang  baik  ini,  telah  dilakukan kick off PaDi UMKM  yang  dipimpin langsung  Menteri  BUMN  Erick  Thohir,  sekaligus  dilakukan  penandatanganan  nota kesepahaman (MoU) dari 9 BUMN yang terlibat dalam pengembangan PaDi UMKM.

Ke-9 BUMN tersebut adalah Telkom yang juga sebagai aggregator PaDi UMKM,dan  8  BUMN  lainnya  adalah  Pertamina,  Pupuk  Indonesia,  BRI,  Pegadaian,  PNM,  PP,Waskita  Karya,  dan  Wijaya  Karya.

Prosesi  penandatanganan  MoU  kali  ini  dirasakan sedikit  berbeda  dan  merupakan  hal  yang  relatif  baru,  yaitu  dilakukan  secara digital. Dengan  difasilitasi  PERURI  dan  juga  privy.id  yang  merupakan  karya  anak  bangsa  danstartup binaan anak usaha Telkom, penandatanganan MoU berjalan lancar.

Penandatanganan  secara  digital  ini  sudah  sah secara  hukum  karena  difasilitasi  oleh penyedia yang  telah  memiliki  lisensi. “Mungkin ini salah  satu  hikmah  lain dari  pandemi Covid  saat  ini,  dimana  akhirnya  masyarakat  akan  ‘dipaksa’  untuk  mulai  terbiasa menggunakan  teknologi dalam  berbagai  aktivitasnya,  termasuk digital  signing dalam sebuah kesepakatan atau perjanjian. Rasanya ke depan hal ini akan menjadi new normal karena lebih efisien tanpa mengurangi aspek legal. Dan hal ini juga menjadi salah satubukti bahwa di tengah pandemi ini, BUMN terus berupaya untuk tetap produktif,” tegas Erick.

Pada  penutup  acara kick off PaDi  UMKM,  Menteri  BUMN  Erick  Thohir  menyampaikan komitmennya terhadap pengembangan UMKM. “Situasi Covid-19 ini membawa dampak yang  cukup  signifikan  terhadap  sektor  UMKM,  berbeda  kondisinya  pada  tahun  1998 dimana  UMKM  justru  dapat  bertahan.  Oleh  karenanya  demi  membantu  sektor  UMKM, kepada  BUMN  agar  belanja  sampai  dengan  Rp  14  miliar  diprioritaskan  pada  sector UMKM.  Dan  saya  yakin  dengan  adanya platform PaDi  UMKM ini  dapat  memperluaschannel UMKM  serta  membantu  mempersiapkan  UMKM dalam  memasuki new  normalmelalui transaksi yang akan banyak dilakukan secara digital”, tegas Erick dalam keterangan resminya yang diterima redaksi Top Business.

Previous Post

Pakar: MBR Informal Bukan Beban Tapera

Next Post

Utang Luar Negeri RI Capai Rp 5.655 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR