Jakarta, TopBusiness – Kinerja PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) selama kuartal I-2020 mengakui mengalami penurunan kurang dari 25% secara year on year (yoy), terutama dari segmen laba bersih dan pendapatan. Sehingga pada kuartal ini, salah satu anak usahanya, Matahari Department Store memutuskan untuk memperluas jangkauan layanan antar hingga berjarak sepuluh kilometer dalam upaya meningkatkan pendapatan.
Berdasarkan keterbukaan informasi MPPA yang merespons pertanyaan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, belum lama ini, pada kuartal I tahun ini kelangsungan usaha Matahari Department Store terganggu oleh kondisi pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh pembatasan operasional dalam kurun tiga bulan pertama di 2020.
“Saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), beberapa sektor usaha tidak diijinkan untuk melakukan aktivitas, namun sektor ritel untuk kebutuhan sehari-hari, seperti yang dijalankan oleh MPPA masih diijinkan untuk beroperasi,” tandas manajemen MPPA tersebut, ditulis Selasa (16/6/2020).
Namun, sejumlah gerai MPPA hanya terdampak pada pembatasan jam operasional yang mengikuti ketentuan pemerintah daerah setempat, seperti Hypermart, Primo, Foodmart, Hyfresh, Boston, FMX dan SmartClub. Pada 2019, gerai-gerai yang mengalami pembatasan tersebut berkontribusi kurang dari 25 persen terhadap total pendapatan bersih.
Dengan demikian, manajemen MPPA memperkirakan bahwa laba bersih perseroan di Kuartal I-2020 mengalami penurunan kurang dari 25 persen. “Dalam situasi seperti ini, perseroan terus berusaha meningkatkan pelayanannya di tengah pemberlakuan PSBB, seperti layanan antar yang diperluas jarak antarnya menjadi sepuluh kilometer”.
Selain itu, Matahari Department Store jugamengoptimalkan layanan penjualan secara online menggunakan aplikasi Hypermart Online, serta layanan belanja melalui Delivery Chat & Shop melalui aplikasi Whatsapp dan layanan Park & Pickup yang memungkinkan konsumen bisa berbelanja lewat aplikasi Hypermart Online atau WhatsApp dengan metode pengambilan barang di area parkir khusus.
“Dengan upaya tersebut dan inovasi-inovasi yang terus dikembangkan, manajemen berkeyakinan bahwa wabah Covid-19 tidak berdampak signifikan terhadap perseoan, meskipun terdapat ketidakpastian mengenai dampak kondisi ini bagi perseroan dan entitas anak di masa mendatang,” demikian disebutkan manajemen MPPA.
Foto: Istimewa
