Jakarta, TopBusiness – Sepanjang hari ini, indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan akan bergerak terbatas, menyusul penguatan bursa global.
Dalam laman samuel.co.id, di Jakarta, riset harian memperlihatkan bahwa ada potensi penguatan indeks komposit Jakarta. “IHSG hari ini kami perkirakan masih berpeluang bergerak positif terbatas seiring dengan pergerakan bursa global. EIDO ditutup naik 3,28% pada perdagangan semalam. Pagi ini, bursa saham nikkei dibuka minus 0,85% dan Kospi 0,24%,” demikian tersebut.
Terlihat juga, bursa saham Amerika pada perdagangan semalam ditutup menghijau. Dow naik 2,04%, S&P500 1,95% dan Nasdaq 1,75%. Penguatan didukung berbagai faktor. Seperti, data penjualan ritel bulan Mei yang naik 17,7% MoM jauh diatas estimasi konsensus yang hanya memperkirakan kenaikan 7% saja. Hal tersebut menandakan ekonomi AS berjalan lebih tinggi dari harapan. Faktor positif kedua adalah stimulus moneter terbaru dari The Fed dengan menyiapkan USD 1 triliun untuk pengembangan infrastruktur. Hal tersebut melengkapi stimulus sebelumnya, dimana The Fed berencana untuk membeli obligasi swasta dari pasar sekunder. Sentimen lain datang dari kabar bahwa Dexametasone mampu menjadi obat yang efektif untuk mengurangi tingkat kematian bagi penderita Covid-19.
“Namun bursa global juga dibayangi oleh sentimen negatif dari China. Dimana dengan adanya klaster-klaster kasus Covid-19 baru di Beijing membuat Pemerintah China membatasi perjalanan warganya,” demikian terlihat.
Serta kabar dari IMF yang akan menurunkan prediksi ekonomi global. Sebelumnya IMF menyatakan ekonomi global akan terkontraksi 4% yoy di 2020.
Dari pasar komoditas, harga minyak Brent naik 3,0% dan WTI 3,4% pada perdagangan semalam. Kenaikan ditopang laporan International Energy Agency (IEA) yang memperkirakan konsumsi minyak 2020 sebesar 91,7 juta bpd, lebih tinggi 500 ribu bpd dari perkiraan sebelumnya.
Foto: Rendy MR
