Jakarta, TopBusiness – Ditegaskan Manager Kepatuhan, Supriyadi Setyo Utomo dalam sebuah presentasi penilaian Governance Risk Compliance (GRC) yang diselengarakan majalah Top Business melalui daring online, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai perusahaan besar dimana posisinya sebagai induk (Holding) dengan 11 anak perusahaan, dengan konsentrasi bisnis inti pada bidang: Agroindustri, Alat Kesehatan, Perdagangan dan Distribusi serta Properti, hingga saat ini RNI group tercatat memiliki 9.241 karyawan dalam data tahun 2019, tegas Supriyadi.
Supriyadi S. Utomo menerangkan, bahwa PT RNI telah menerapkan menagement GRC dalam mengelolah bisnisnya, kami induk (holding) membangun road map dalam pembangunan perusahaan dengan tata kelola baik dan benar begitupula anak perusahaan harus bisa menerapkan dan melaksanakan GRC ini secara keseluruhan. Pembangunan tata kelola perusahaan ini dengan mengadop dan penerapan GRC serta Good Corporate Governance (GCG) ini diterapkan secara terintegrasi dari induk dan anak perusahaan. Serta kinerja dan penerapannya pun selalu menjadi ukuran dan terukur capaian-capainnya dengan penerapan Key Performance Index (KPI) di setiap anak perusahaan. Dengan penerapan KPI ini akan memacu anak perusahaan selalu meningkatkan kinerja serta performance agar seluruh anak perusahaan akan memberikan peningkatan laba bagi pemegang saham, ujar Manager Kepatuhan Supriyadi S. Utomo dalam penjurian yang turut mendampingi 2 orang staf kepatuhan yaitu: Vidya Putri Hardiyanti, Subekti Luhur Wibowo pada kegiatan TOP GRC 2020 secara daring.
Lanjut Supriyadi S. Utomo untuk tata kelola perusahaan RNI dan anak perusahaannya sangatlah compliance dengan segala peraturan yang mengatur dan mengikat dunia usaha, kami sangatlah patuh dalam penerapannya. Apalagi dalam berbagai industri ini sangatlah ketat sekali dalam penerapan peraturan tersebut. Kita ambil contoh, di Industri Agroindustri banyak sekali aturannya seperti dalam membangun industri kelapa sawit kami mengacu kepada aturan dengan industri berkelanjutan dari hulu hingga hilir, seperti acuan kepada Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) atau Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dua standar yang mengatur industri perusahaan kelapa sawit ini harus kami ikuti serta kami taati secara wajib.
Tentu dalam penerapan GRC di seluruh anak perusahaan ini harus terukur dengan baik, dan selalu dilakukan Assessment setiap tahunnya, dimana KPI kami selalu baik dan meningkat pula. Dalam penerapan Governance, Compliance, serta Risk Management dengan baik dan benar maka KPI anak perusahaan juga terus mengalami peningkatan dari mulai tahun 2003 dengan skor 54,3, dan pada tahun 2019 dengan skor dari konsultan independent DKN sebesar 89,97. sementara Level-Maturity dengan parameter: prinsip dan komitmen kerangka kerja managemen, risiko, dan proses management risiko dengan level III dengan nilai rata-rata 3,41, ucap Supriyadi S. Utomo.
Dalam rangka memberantas budaya korupsi di negeri ini, maka PT RNI tahun 2020 ini segera menerapkan dan memiliki sertifikasi ISO 37001:2016 dengan Sistem Manajemen Anti Penyuapan dan akan dilakukan sosialisasi ke anak-anak perusahaan sehingga tahun 2021 anak perusahaan diharapkan dapat menerapkan untuk memiliki ISO 37001:2016.
Sementara itu kinerja PT RNI dan 11 anak perusahaannya dalam beberapa capaian terlihat dengan data dari perusahaan ini.
Pada tahun 2018, Current Rationya 112,16%, tahun 2019 112,81% . Cash Ratio 2018 20,34%, 2019 44,09%. Debt to Equity Ratio (DER) 2018 1,20%, TAHUN 2019 112,52%. Debt to Assets Ratio (DAR) 2018 0,55%, tahun 2019 052%. Gross Profit Margin (GPM) 2018 22,48% TAHUN 2019 16,54%. Net Profit Margin(NPM) 2018 sebesar 3,63%, tahun 2019 sebesar 0,99%. Return On Assets (ROA) 2018 sebesar 1,40%, tahun 2019 sebesar 2,80%. dan Return On Equity (ROE) 2018 sebesar 3,09%, tahun 2019 sebesar 1,01%.
“RNI akan menjadi perusahaan terdepan di kawasan regional dan menjadi terdepan dengan anak perusahaannya, apalagi RNI akan menjadi perusahaan berkelas Internasional dalam amanat Kementerian BUMN. RNI menjadi ketua kelompok /Clusters BUMN Pangan, juga akan memberikan kebermanfaatan bagi bangsa ini, baik dalam perekonomian, sosial dan berkelanjutan berkembang bersama masyarakat sesuai dengan kebijakan CSR serta PKBL nya, ujar Supriadi Setyo Utomo.
