Lifting Migas RAPBN 2021 Diusulkan 1,76-1,91 boepd
Jakarta, TopBusiness – Pemerintah mengusulkan asumsi dasar untuk lifting minyak dan gas dalam Rancangan APBN 2021 sebesar 1,76 hingga 1,91 juta barel setara minyak per hari (boepd). Rinciannya, lifting minyak 677-737 ribu barel per hari dan lifting gas bumi 1,08-1,17 juta barel setara minyak per hari.
Asumsi dasar tersebut diusulkan dengan nilai tukar rupiah yang diproyeksi bakal berada di level Rp 14.900-Rp 15.300 per dolar AS.
Untuk kuota BBM bersubsidi solar diusulkan 15,31-15,80 juta kiloliter (KL) dan minyak tanah 0,48-0,50 juta KL, Kuota LPG diusulkan 7 juta KL.
Sedangkan subsidi Solar diusulkan Ro 500 per liter, lebih rendah dari target APBN 2020 Rp 1.000 per liter dan subsidi listrik Rp 54,11 triliun-Rp 56,27 triliun.
Hal itu diungkapkan Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam rapat dengan Komisi VII di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (22/6/2020).
Sementara itu, harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) diusulkan senilai US$ 40 hingga US$ 50 per barel dalam Rancangan APBN 2021. Usulan ini lebih rendah dibandingkan asumsi dasar ICP dalam APBN tahun 2020 senilai US$ 63 per barel.
Turunnya asumsi dasar ICP yang diusulkan ini karena harga minyak dunia diperkirakan masih akan tertekan meski saat ini sudah mulai merangkak naik.
mengatakan, pergerakan harga minyak dunia sangat sulit diduga. Berdasarkan proyeksi beberapa pihak seperti Reuters, harga minyak dunia tahun 2021 diperkirakan US$ 45,63 sampai US$ 47,88 per barel.
Faktor lain yang mempengaruhi harga minyak mentah seperti OPEC+ yang lakukan kebijakan potong produksi minyak hingga Juni. Di sisi lain, sektor transportasi masih belum pulih mengakibatkan harga minyak fluktuatif.
“Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka pemerintah mengusulkan asumsi ICP dalam RAPBN tahun anggaran 2021 sebesar US$ 40 sampai US$ 50 dolar per barel,” kata Arifin
Lebih rendahnya asumsi dasar ICP tahun depan yang diusulkan juga melihat laju ICP beberapa bulan belakangan. Sejak pandemi COVID-19, ICP bulanan yang dikeluarkan Kementerian ESDM setiap bulannya terus turun.
Realisasi ICP dari Januari sampai Mei 2020 mencapai US$ 40,36 per barel dengan outlook rata-rata di 2020 sebesar US$ 33 per barel. ICP rata-rata Januari sampai 16 Juni 2020 sebesar US$ 39,45 per barel dan ICP rata-rata 1 sampai 16 juni US$ 34,9 per barel.
