Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia, sepanjang sesi perdagangan hari ini, diproyeksikan akan bergerak menguat, menyusul peningkatan sejumlah bursa saham utama Asia.
“Pagi ini, indeks nikkei dibuka dan diperdagangankan di zona positif 1,66% demikian juga Indeks Kospi 1,28%. Penguatan bursa AS semalam serta bursa regional pagi ini, diharapkan mampu membawa IHSG ikut menguat,” demikian tersurat dalam riset harian di laman samuel.co.id.
Semalam bursa AS ditutup menguat, yang ditandai dengan peningkatan dow jones 2,32%, S&P 500 1,47% dan nasdaq 1,2%. Penguatan didukung saham Boeing yang ditutup naik 14,4%, dimana regulator penerbangan AS menyetujui uji terbang pada pesawat Boeing 737 max. Kenaikan juga terjadi pada beberapa saham teknologi seperti Apple ditutup naik 2,3% dan Facebook 2,1%. Selain itu data Pending Home Sales yoy bulan Mei AS hanya turun 5,1% jauh lebih kecil dari bulan sebelumnya 33,8%.
Dari Asia, perdagangan kemarin, bursa ditutup melemah. Seperti, nikkei 2,3%, hang seng 1,0%, Kospi 1,9% dan Shanghai 0,6%. Sementara, IHSG ditutup flat minus 0,05% ke level 4,901.8 ditengah net sell asing sebesar Rp 567,9 miliar di pasar reguler. Mengutip data RTI, IHSG telah mencatatkan net sell asing hingga Rp 14,58 triliun ytd di all market dan net sell asing Rp 32 triliun ytd di pasar reguler.
Rilis data regional diperkirakan akan mewarnai perdagangan hari ini. Dimulai dari pagi ini China akan merilis data NBS Manufacturing PMI Juni (prev: 50,6, cons: 50,4) dan Non-Manufacturing PMI Juni (prev: 53,6). Kemudian pada siang nanti dari Inggris akan merilis data GDP final 1Q20 baik tahunan (prev: 1,1%, cons: 1,6%) maupun bulanan (prev: 0%, cons: minus 2%). Selain rilis data, kasus Covid-19 kembali muncul di Hebei, China sehingga pemerintah setempat kembali menerapkan lock-down pada Anxin County (150 km dari Beijing) setelah tercatat 18 kasus dalam 2 minggu terakhir.
Fotographer: Rendy MR
