Jakarta, TopBusiness—Kini pasar properti perkantoran di Jakarta sedang pada situasi tenant market, di mana pasokan terlalu banyak. Dalam hal ini, situasi tenant market sangat menguntungkan penyewa tertentu.
“Penyewa yang punya nama besar dan bisa mengangkat citra gedung kantor serta butuh ruang besar, bisa mendapatkan harga yang lebih ringan. Bisa lebih murah 20% dari harga penawaran,” kata Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, hari ini, dalam paparan hasil riset terbaru kepada media massa.
Dalam paparan yang berlangsung via internet itu, Ferry menjelaskan sejumlah hal tentang pasar properti perkantoran di Jakarta. Antara lain, kalau dilihat berdasarkan perbandingan tahunan, terlihat bahwa dampak Covid-19 sangat terasa pada tahun 2020 ini. “Sektor perkantoran, masih akan kedatangan pasokan tambahan di 2021. Maka tantangannya bertambah yakni supply yang banyak sampai 2021. Di tahun2022, barulah supply-nya berkurang,” kata Ferry.
Developer pun sudah mulai mengerem langkah saat ini. Gedung perkantoran yang masih di tahap perencanaan pengembangan, itu jadwalnya bisa berubah. Akan tetapi, untuk yang konstruksinya sudah berjalan dan selesai tahun 2022 dan 2023, prosesnya masih berjalan sesuai jadwal.
“Untuk perkantoran di Jakarta, pada tahun 2021 ini bisa mencapai titik terendah dalam tingkat isian. Yaitu, di 70%-an untuk perkantoran di CBD atau pun yang di luar CBD,” Ferry menjelaskan.
“Situasi tenant market”, Ferry berkata, “memang membuat kondisinya tidak terlalu menguntungkan bagi pemilik gedung.”
Foto: Rendy MR/TopBusiness
