Jakarta, TopBusiness – Lembaga pemeringkat efek, PT Pefindo menegaskan peringkat idAAA untuk Obligasi Berkelanjutan II/2019 Tahap II Seri A PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI) senilai Rp 463,0 miliar dan peringkat idAAA(sy) untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I/2019 Tahap III Seri A SMI senilai Rp 423,0 miliar, keduanya akan jatuh tempo pada 8 September 2020. Kesiapan SMI dalam melunasi kewajiban yang akan jatuh tempo tersebut didukung posisi kas dan setara kas serta surat berharga sebesar Rp 13,2 triliun pada 31 Maret 2020.
Analis, Adrian Noer dan Danan Dito, di Jakarta, hari ini, menyatakan bahwa efek utang dengan peringkat idAAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan. Kemampuan emiten untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut dibandingkan emiten Indonesia lainnya adalah superior.
Instrumen pendanaan syariah dengan peringkat idAAA(sy) adalah instrumen dengan peringkat paling tinggi yang diberikan. Kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas kontrak pendanaan syariah dibandingkan emiten Indonesia lainnya adalah superior.
Pefindo melihat pandemi Covid-19 akan memiliki dampak yang moderat bagi kegiatan pembiayaan infrastruktur. “Walaupun beberapa proyek infrastruktur akan tertunda akibat pendanaan yang semakin ketat atau kebijakan pembatasan sosial berskala besar, kami melihat kondisi ini hanya sementara dan dalam jangka waktu panjang pertumbuhan akan kembali normal. Selain itu, kami melihat infrastruktur memiliki peran yang sangat penting dalam aktivitas perekonomian Indonesia. Hal ini juga didukung dengan keputusan dari pemerintah untuk menjadikan infrastruktur sebagai salah satu sektor prioritas,” ungkap mereka.
