Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga sesi akhir perdagangan Selasa (14/07/2020) di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan masih akan mengalami tekanan. Pasalnya, bursa saham regional turun.
Dengan mengacu kepada hasil riset harian samuel sakuritas Indonesia menunjukkan bahwa rilis data pertumbuhan GDP Singapura kuartal-2 Adv menunjukkan minus 41,2% qoq (prev 3,3%, cons 37,4%) dan turun 12,6% yoy (prev 0,3% dan cons 1,5%). Selain itu, hari ini akan ada rilis neraca perdagangan China peiode Juni dan nanti malam akan rilis data inflasi Juni AS.
Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar akan menunggu 2 data penting yang akan rilis dalam sisa minggu ini yaitu neraca perdagangan dan hasil rapat BI atas arah suku bunga acuan. “Pagi ini, indeks nikkei dibuka dan diperdagangankan di zona negatif 0,63%, sama halnya dengan Indeks Kospi dibuka minus 0,52%. Pelemahan bursa AS semalam serta data GDP Singapura diperkirakan menjadi sentimen negatif bagi perdagangan IHSG hari ini,” demikian terlampir.
Semalam bursa Amerika ditutup variatif. Dow Jones plus 0,04%, S&P 500 minus 0,94% dan nasdaq negatif 2,13%. Ketiga indeks dibuka dan diperdagangkan di zona positif pada awalnya, namun akhirnya ditutup negatif dengan dugaan akibat aksi profit taking. Selain itu penyebaran Covid-19 juga dikuatirkan menghambat rencana pembukaan kembali di sejumlah negara bagian.
Dari Asia, perdagangan kemarin, kebanyakan bursa Asia ditutup menguat. Seperti, nikkei positif 2,2%, kemudian hang seng (0,17%), Kospi (1,7%) dan Shanghai (1,77%). Sementara IHSG ditutup menguat 0,66% ke level 5.064,45 ditengah net sell asing sebesar Rp 101,8 miliar di pasar reguler.
Foto: Rendy MR
