TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bank Dunia: Tiga Prioritas untuk Pemulihan Ekonomi RI

Nurdian Akhmad
16 July 2020 | 11:59
rubrik: Ekonomi
Melambat, Bank Dunia Prediksi Ekonomi RI 2018 Tumbuh 5,2%

Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Satu Kahkonen menilai bahwa krisis saat ini mampu memberikan peluang dan tantangan bagi Indonesia.  Saat inilah waktu yang tepat untuk kembali membangun Indonesia menjadi lebih baik.

Kahkonen menuturkan, ada tiga prioritas yang dapat dilakukan Indonesia untuk pemulihan ekonomi. Mulai dari menghilangkan hambatan investasi melalui RUU Omnibus Law, reformasi BUMN, hingga akselerasi kebijakan pajak.

“Tidak ada negara di dunia yang bisa capai pendapatan tinggi jika rasio pajaknya per PDB hanya 1 digit saja,” kata Kahkonen dalam konferensi pers virtual Bank Dunia, Kamis (16/7/2020). .

Meski demikian, Bank Dunia menilai Indonesia belum aman dari ancaman resesi. Dalam laporan proyeksi ekonomi Indonesia edisi Juli 2020, Bank Dunia mengatakan, pemulihan ekonomi nasional akan tergantung pada kuartal III dan IV 2020.

Adapun dalam skenario terburuk, perekonomian Indonesia diperkirakan bisa minus 2 persen. Hal ini bisa terjadi jika ekonomi global memburuk dan Indonesia terkena gelombang kedua pandemi, yang menyebabkan pendapatan semakin tergerus.

“Ekonomi Indonesia dapat memasuki resesi jika keparahan terjadi kembali di kuartal III dan IV, dan/atau jika resesi global semakin parah dari yang diharapkan,” ujar dia.

Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini sebesar 0 persen. Proyeksi ini lebih baik dibandingkan dengan ekonomi global yang diperkirakan terkontraksi atau minus hingga 5,2 persen di 2020.

Namun perekonomian Indonesia ditargetkan kembali pulih di 2021. Pertumbuhan ekonomi pun diprediksi mencapai 4,8 persen di tahun depan.

Kahkonen menjelaskan, proyeksi ekonomi nol persen tersebut juga dipengaruhi oleh kondisi global yang juga terkontraksi. Namun, proyeksi tersebut dengan catatan tak adanya gelombang kedua pandemi COVID-19 di Indonesia.

BACA JUGA:   Kondisi Sejumlah Negara Dukung Ekonomi Global

“Untuk Indonesia, kami prediksi pertumbuhan ekonomi akan turun dengan cukup signifikan. Perlu kita lihat, proyeksi 0 persen ini diprediksi berdasarkan tiga hal, pertama kontraksi ekonomi global, kedua ekonomi Indonesia akan terbuka kembali per Agustus, dan ketiga tidak ada gelombang kedua dari pandemi. Jika ketiga asumsi yang digunakan berubah maka forecast berubah,” ujar dia.

Tags: Bank Duniakrisis ekonomi
Previous Post

Mahasiswa Harus Ciptakan Lapangan Kerja

Next Post

Pefindo: Mandat Surat Utang Rp74,16 T, Nilai Tertinggi BUMN

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR