Jakarta, TopBusiness – Sebanyak 12 juta pelaku usaha mikro dan ultramikro akan mendapat batuan sosial (bansos) modal kerja sebesar Rp 2,4 juta. Kebijakan ini untuk memberikan tambahan stimulus kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terdampak Covid-19.
Saat ini, program bansos produktif itu sedang dirancang Presiden joko Widodo dan akan dirilis besar-besaran pada pertengahan Agustus 2020.
“Program ini masih disiapkan Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), penyalurannya akan libatkan bank meliputi Himbara (Himpunan Bank Negara), BPR, dan BPD,” jelas Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam Webinar seperti dikutip, Jumat (17/7/2020).
Program itu, kata dia, di luar program Pemulihan Ekonomi
Nasional (PEN) untuk UMKM. Covid-19, lanjutnya, berdampak cukup besar terhadap
perekonomian nasional termasuk UMKM. Maka sektor tersebut menjadi prioritas.
Dengan membangkitkan UMKM, kata Teten, diharapkan bisa
menggerakkan perekonomian. “Jika kita benahi UMKM, kita bisa kurangi
pengangguran dan kemiskinan lebih tajam,” ujarnya.
Pemerintah, sambungnya, telah menyiapkan program membantu
UMKM. Meliputi restrukturisasi pinjaman, subsidi bunga, subsidi pajak, serta
penawaran pinjaman baru dengan bunga murah.
Kemenkop, kata dia, juga membantu koperasi seperti Koperasi
Simpan Pinjam (KSP) dan koperasi produksi yang mengalami gagal bayar. Mereka
diberikan modal kerja murah melalui Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir (LPDB)
KUMKM.
“Semua itu masuk dalam program PEN untuk UMKM sampai
September. Semua dana dari program PEN disalurkan lewat pembiayaan, bukan di
Kemenkop, di berbagai daerah banyak yang keliru. Namun setiap hari kita pantau
implementasi PEN,” jelas Teten.
Penyerapan dana PEN terutama pemberian modal kerja,
menurutnya, tergantung keadaan ekonomi. Jika ekonomi mulai bagus, UMKM akan
tertarik meminjam bank.
“Maka di luar program PEN, pemerintah mengeluarkan dana
besar untuk bansos. Tujuannya berusaha cepat agar daya beli masyarakat
meningkat,” tuturnya.
Terkait, bansos produktif yang akan diberikan kepada 12 juta
pelaku mikro dan ultra mikro tersebut, Direktur Bisnis UMKM Bank Negara
Indonesia (BNI) Tambok P Setyawati menambahkan, dana sebesar Rp 2,4 juta itu
akan diberikan ke pelaku usaha atau yang baru mau memulai usaha.
“Diberikan dana hibah oleh pemerintah, penerima terkoneksi by name by
adress,” jelas dia pada kesempatan sama.
Ia menegaskan, syarat penerima bansos tersebut yaitu pelaku
usaha tidak boleh menerima pinjaman lain sebelumnya. “Jadi ini kita kasih
modal awal Rp 2,4 juta,” ujar Tambok.

Sangat membantu