TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Asyik, UMKM Dapat Hibah Rp 2,4 Juta

Nurdian Akhmad
17 July 2020 | 14:07
rubrik: Business Info
Len Industri Jaga UMKM Bandung Raya

Ilustrasi pelaku UMKM di Indonesia. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Sebanyak 12 juta pelaku usaha mikro dan ultramikro akan mendapat batuan sosial (bansos) modal kerja sebesar Rp 2,4 juta. Kebijakan ini untuk memberikan tambahan stimulus kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terdampak Covid-19.

Saat ini, program bansos produktif itu sedang dirancang Presiden joko Widodo dan akan dirilis besar-besaran pada pertengahan Agustus 2020.

“Program ini masih disiapkan Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), penyalurannya akan libatkan bank meliputi Himbara (Himpunan Bank Negara), BPR, dan BPD,” jelas Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam Webinar seperti dikutip, Jumat (17/7/2020).


Program itu, kata dia, di luar program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk UMKM. Covid-19, lanjutnya, berdampak cukup besar terhadap perekonomian nasional termasuk UMKM. Maka sektor tersebut menjadi prioritas.

Dengan membangkitkan UMKM, kata Teten, diharapkan bisa menggerakkan perekonomian. “Jika kita benahi UMKM, kita bisa kurangi pengangguran dan kemiskinan lebih tajam,” ujarnya.

Pemerintah, sambungnya, telah menyiapkan program membantu UMKM. Meliputi restrukturisasi pinjaman, subsidi bunga, subsidi pajak, serta penawaran pinjaman baru dengan bunga murah.

Kemenkop, kata dia, juga membantu koperasi seperti Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan koperasi produksi yang mengalami gagal bayar. Mereka diberikan modal kerja murah melalui Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir (LPDB) KUMKM.

“Semua itu masuk dalam program PEN untuk UMKM sampai September. Semua dana dari program PEN disalurkan lewat pembiayaan, bukan di Kemenkop, di berbagai daerah banyak yang keliru. Namun setiap hari kita pantau implementasi PEN,” jelas Teten.

Penyerapan dana PEN terutama pemberian modal kerja, menurutnya, tergantung keadaan ekonomi. Jika ekonomi mulai bagus, UMKM akan tertarik meminjam bank.

“Maka di luar program PEN, pemerintah mengeluarkan dana besar untuk bansos. Tujuannya berusaha cepat agar daya beli masyarakat meningkat,” tuturnya.

Terkait, bansos produktif yang akan diberikan kepada 12 juta pelaku mikro dan ultra mikro tersebut, Direktur Bisnis UMKM Bank Negara Indonesia (BNI) Tambok P Setyawati menambahkan, dana sebesar Rp 2,4 juta itu akan diberikan ke pelaku usaha atau yang baru mau memulai usaha. “Diberikan dana hibah oleh pemerintah, penerima terkoneksi by name by adress,” jelas dia pada kesempatan sama.

Ia menegaskan, syarat penerima bansos tersebut yaitu pelaku usaha tidak boleh menerima pinjaman lain sebelumnya. “Jadi ini kita kasih modal awal Rp 2,4 juta,” ujar Tambok.

BACA JUGA:   9.796 UMKM di Berbagai Daerah Terlibat Program MBG
Tags: dana hibahumkm
Previous Post

ULN Indonesia Terkendali

Next Post

Dua Kementerian Dorong BUMN Go Global

Comments 1

  1. Helmina says:
    6 years ago

    Sangat membantu

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR