Jakarta, TopBusiness — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah tidak hanya berdampak pada peningkatan status gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal melalui pelibatan ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 9.796 UMKM telah terlibat sebagai penyedia bahan pangan bergizi di berbagai daerah.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan bahwa program MBG dirancang sebagai strategi ganda, intervensi sosial dan penguatan ekonomi kerakyatan. Dalam pelaksanaannya, pemerintah memberi ruang besar bagi UMKM untuk menjadi penyedia bahan pangan bergizi di berbagai wilayah.
“Program ini bukan sekadar intervensi sosial, tetapi juga strategi ekonomi kerakyatan yang konkret,” ujar Maman dalam keterangan tertulis, Selasa (22/10/2025).
Menurut Maman, keterlibatan UMKM dalam rantai pasok MBG membawa dampak langsung pada peningkatan omzet usaha kecil, penyerapan tenaga kerja, dan sirkulasi ekonomi daerah. Para pelaku UMKM yang terlibat umumnya bergerak di bidang pangan lokal—seperti pengolahan bahan makanan, hasil pertanian, peternakan, hingga distribusi logistik makanan siap saji bergizi.
Maman juga memaparkan capaian program prioritas sektor UMKM selama satu tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih. Sejak awal masa kepemimpinannya, kata dia, Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan komitmen untuk menjadikan UMKM sebagai motor penggerak perekonomian nasional.
Hingga Oktober 2025, Kementerian UMKM mencatat sejumlah capaian penting. Salah satunya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang hingga 20 Oktober 2025 mencapai Rp 218 triliun kepada 3,72 juta debitur. Rinciannya, 1,08 juta merupakan debitur graduasi dan 1,05 juta debitur baru.
“Penyaluran KUR menunjukkan capaian positif. Sebanyak 60,6 persen telah disalurkan ke sektor produktif, melampaui target yang telah ditetapkan,” ujarnya.
