Jakarta, TopBusiness—PT Dahana (Persero) melalui unit khusus PKBL bekerja sama dengan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT KUMKM) Kabupaten Subang, mengadakan pelatihan online dan offline gratis bagi para pelaku UMKM. Dengan tema, ‘Memulai Usaha Kembali Bagi Pelaku UMKM di Tengah Kondisi New Normal’. Demikian dijelaskan dalam keterangan tertulis yang diterima Majalah TopBusiness pagi ini.
Pelatihan yang dilaksanakan pada Rabu, 22 Juli 2020, dilakukan secara online melalui webinar aplikasi Zoom, menghadirkan dua narasumber: Eman Suherman, ketua PKBL PT Dahana (Persero) dengan tema ‘Trik Mendapatkan Modal Usaha dari BUMN’.
Lalu ada Arif Bijaksana Mbolik, konsultan PLUT KUMKM Kabupaten Subang, dengan tema ‘Trik Eksis Bisnis di Era New Normal’. Sementara itu, pelatihan secara offline dengan jumlah peserta dibatasi sebanyak 25 orang dilaksanakan di Gedung PLUT KUMKM Subang.
Eman Suherman menerangkan, pelatihan online yang diadakan oleh pihaknya ini merupakan pelatihan bagi pelaku UMKM yang pertama kalinya diadakan di Subang.
“Pelatihan ini merupakan aksi nyata dari PKBL Dahana untuk membantu pelaku UMKM mengembangkan usahanya dalam menghadapi era new normal yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19. Mudah-mudahan dengan adanya pelatihan yang digelar ini bisa memberikan efek positif yang langsung dirasakan oleh para peserta,” ungkap Eman.
Lanjutnya lagi, bagi pelaku UMKM yang ingin menjadi mitra binaan PKBL Dahana, syaratnya adalah calon mitra sudah mempunyai usaha dalam kategori UMKM minimal selama enam bulan. Kemudian usahanya tersebut mempunyai prospek untuk dikembangkan dan produknya dapat menyerap sumber daya lokal sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh banyak orang.
Sementara itu Arif Bijaksana mengatakan bahwa hampir seluruh pelaku UMKM yang ada di Subang merasakan dampak berupa penurunan omset yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19.
“Tip agar usaha UMKM dapat bertahan bahkan lebih maju di era new normal ini adalah pelajari kembali bentuk usaha kita, karena di masa pandemi seperti ini, kita harus jeli dalam menghadapi peluang yang ada sekecil apa pun. Contohnya seperti dengan lebih sering mengunggah barang jualan kita melalui sosial media, karena efek dari promosi sosial media lebih efektif saat ini. Selain itu jangkauannya kepada calon pembeli juga makin luas, tidak hanya pembeli di sekitar pelaku UMKM tersebut,” ujar Arif.
Keterangan Foto: Usaha Mikro
Pewarta Foto: Rendy MR/TopBusiness
