Jakarta, TopBusiness—Menteri BUMN RI, Erick Thohir, mengatakan bahwa jika ada penyandang disabilitas yang punya potensi berwirausaha, BUMN juga akan mendukung, demi perluasan kesempatan kerja.
“Yang pastinya, akan ada perlakuannya yang sama dengan rekan pekerja lainnya yang nondisabilitas,” lanjut menteri tersebut ketika memberikan sambutannya dalam acaranya penandatanganan nota kesepahamannya antara Kementerian BUMN RI dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI. Isinya mengenai pelatihan kerja dan penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas pada BUMN.
Kesepakatan tersebut ditandatangani Menteri BUMN Erick Thohir dengan Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah,di Jakarta (22/7/2020).
Berdasarkan data dari Kementerian Tenaga Kerja tahun 2019, jumlah tenaga kerja penyandang disabilitas di BUMN dan swasta terus mengalami peningkatan. Jika di tahun 2017 jumlah tenaga kerja difabel mencapai, 4.286 orang, angka tersebut naik di tahun 2018 menjadi, 4.537 orang.
“Oleh sebab itu, dalam kesepahaman ini, Kementerian Kenagakerjaan akan memfasilitasi pelatihan tenaga kerja penyandang disabilitas dan penempatannya sesuai kebutuhan BUMN. Jadi akan disesuaikan dengan kebutuhan BUMN sebagai user,” jelas Menteri Ida Fauziah.
Selain itu, dalam rangka penyediaan data dan informasi pencari kerja penyandang disabilitas, Kemnaker juga akan melakukan pembinaan dan penegakan norma ketenagakerjaan dalam rangka penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta sosialisasi penyelenggaraan pelatihan kerja, pemagangan, penempatan tenaga kerja, dan kewirausahaan penyandang disabilitas. “Paling tidak, kita ingin juga mendorong kemandirian para penyandang disabilitas di kemudian hari,” tambah Menteri Ida Fauziah.
Foto Ilustrasi: Istimewa
