Aktiva Luar Negeri dan Kredit Tercatat Melambat

Penulis achmad adhito

Jakarta, TopBusiness—Untuk Juni 2020, aktiva luar negeri bersih, tercatat melambat. Demikian pula dengan penyaluran kredit.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Onny Widjanarko, menjelaskan hari ini di Jakarta secara tertulis bahwa aktiva luar negeri bersih di Juni tumbuh 12,1% (tahunan/YoY), atau lebih rendah ketimbang pertumbuhan Mei yang 18,2%.

Kemudian, penyaluran kredit pada Juni 2020 tumbuh 1,0% secara tahunan, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 2,4%.

“Sementara itu, untuk Juni, keuangan pemerintah tercatat ekspansi, yang tercermin dari peningkatan tagihan bersih kepada pemerintah pusat, dari 11,0% secara YoY Mei 2020, menjadi 43,0% YoY untuk Juni 2020,” kata Onny.

Ia pun menjelaskan bahwa likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh melambat pada Juni 2020. Posisi M2 tercatat Rp6.393,7 triliun atau tumbuh 8,2% (YoY) pada Juni 2020, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 10,4% .

Perlambatan pertumbuhan M2 tersebut disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan seluruh komponennya, baik uang beredar dalam arti sempit (M1), uang kuasi, maupun surat berharga selain saham.

Pertumbuhan M1 melambat dari 9,7% (YoY) pada Mei 2020 menjadi 8,2% pada Juni 2020, disebabkan oleh perlambatan giro Rupiah.

Uang kuasi juga tumbuh melambat, dari 10,5% (YoY) pada bulan sebelumnya menjadi 8,1% pada Juni 2020. “Sementara itu, surat berharga selain saham tumbuh 31,4% (YoY) pada Juni 2020, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 37,5%.

Foto: Dhi/TopBusiness

BACA JUGA

Tinggalkan komentar