Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga akhir perdagangan hari ini di Bursa Efek Indonesia diestimasikan cenderung bergerak menguat. Pasalnya, indeks komposit Jakarta ini mengikuti pola gerak bursa saham Wall Street.
Hingga penutupan perdagangan waktu setempat, dow jones plus 089%, diikuti S&P 500 0,72% dan nasdaq 1,47% di Wall Street, New York. Rilis data markit manufacturing PMI final 50,9 dan ISM manufacturing PMI 54,2 . Data manufaktur Juli menunjukkan penguatan, nasdaq kembali mencatat level tertinggi.
Dari Asia, perdagangan Senin (03/8/2020) bursa Asia ditutup variatif. Misalnya, nikkei positif 2,2%, hang seng negatif 0,6%, kospi plus 0,1% dan Shanghai 1,8%. Sementara IHSG ditutup melemah 2,78% ke level 5.006,2 ditengah net sell asing sebesar Rp 1,43 triliun di pasar reguler. Indeks EIDO ditutup positif 2,77% ke level 18,2. BPS merilis data inflasi bulan Juli sebesar minus 0,1% mom dan 1,54% yoy.
“Kami perkirakan pelaku pasar akan wait and see data pertumbuhan PDB Indonesia kuartal-2 yang akan dirilis besok siang, sementara itu hari ini akan ada rilis data loan growth Juni,” demikian tersebut dari laporan riset harian di website samuel.co.id.
Selain itu pergerakan saham emiten diperkirakan juga masih akan dipengaruhi rilis laporan keuangan 1H20. Pagi ini Indeks Nikkei dibuka dan diperdagangankan di zona positif 1,48%, sama halnya dengan Indeks Kospi dibuka positif 1,23%. “Kami proyeksi IHSG hari ini bergerak mix cenderung menguat pada perdagangan hari ini”.
Fotographer: Rendy MR
