Inilah Implementasi GRC WOM Finance di Kala Pandemi

Penulis Nurdian Akhmad

Jakarta, TopBusiness – PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk atau WOM Finance tidak hanya mengimplementasikan governance, risk management, & compliance (GRC) di saat kondisi normal, tapi juga mempraktikannya kala pandemi Covid-19 saat ini.

Salah satu praktik GRC yang dilakukan perseroan adalah dengan melakukan restrukturisasi  pembiayaan kepada konsumen yang terkena dampak  pandemi Covid dengan tetap menerapkan prinsip-prinsip kehati-hatian. Restrukturisasi ini diberikan kepada konsumen yang memenuhi syarat yang ditetapkan  perseroan.

Zacharia Susantadiredja, direktur keuangan sekaligus sekretaris perusahaan WOM Finance menjelaskan,  terdapat dua jenis restrukturisasi yang diberikan oleh perusahaan. Pertama, perpanjangan sisa tenor kontrak sampai dengan maksimal 12 bulan. Kedua, penundaan pembayaran pokok utang.

Posisi per Juni 2020, WOM Finance telah menyetujui pemberian restrukturisasi pembiayaan  sebanyak 54.199 kontrak dengan nilai Rp 845,311 miliar. “Ini 15 persen dari total portofolio pembiayaan kami. Pemberian restrukturisasi ini sangat berdampak ke kita juga, tapi kita melakukannya tetap dengan prinsip kehati-hatianan. Ini juga berdasar pengajuan konsumen, bukan inisiatif perusahaan,” kata Zacharia dalam penjurian TOP GRC Awards 2020 yang dilakukan secara daring, Kamis (6/8/2020).

Menurut Zacharia, pemberian restrukturisasi pembiayaan tersebut selain membantu konsumen terdampak Covid-19, juga mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan  pertumbuhan ekonomi negara RI selama berlangsung  pandemi Covid-19.

Dalam kondisi Pandemi saat ini, WOM Finance juga aktif memberikan donasi kepada masyarakat terdampak Covid-19. Ada sekitar 5.000 bantuan sembako yang sudah disalurkan melalui cabang-cabang WOM Finance di  kota-kota besar di Indonesia. “Kami juga membagikan APD (alat pelindung diri) untuk RS di Surabaya, bekerja sama dengan Relawan Anak Bangsa,” kata dia.

Zacharia mengakui, pandemi Covid 19 memukul kinerja keuangan perusahaan. Pembiayaan selama semester I 2020 turun 48 persen dari Rp 2,711 triliun pada semester I-2019 menjadi Rp 1,397 triliun. Laba perusahaan juga tergerus 27 persen dari Rp 78 miliar menjadi Rp 57 miliar. Sedangkan total aset turun dari Rp 8,361 triliun menjadi Rp 6,762 triliun.

Dalam kondisi pandemi saat ini, WOM Finance berupaya agar kinerja pendapatan tetap terjaga dan berupaya mengurangi biaya-biaya. “Untuk meningkatkan pendapatan dalam kondisi saat ini berat, tapi untuk efisiensi biaya harus dijalankan. Kita sudah menutup 40 kantor terkait sales point, ada yang ditutup sementara, ada yang ditutup selamanya,” ujar dia yang mengklarifikasi pemberitaan media bahwa 40 kantor tersebut bukan kantor cabang, tapi perpanjangan dari kantor cabang untuk menyalurkan pembiayaan ke konsumen.

BACA JUGA

Tinggalkan komentar